Rabu, 22 Desember 2010

sekitar kita

From Hardrock To Hadroh
Menanggapi era permusikan yang semakin menggila dalam memberikan pengaruh terhadap gaya hidup masyarakat kita. Agama islam ikut tampil meramaikan dunia permusikan itu namun tidak keluar dalam tujuan utama yakni mendakwahkan Islam. Selain nasiyd yang sangat lama dikenal dalam masyarak kita seni musiknya adalah rebana. Dimana yang tren ini sedang dipakai salah satu Habibullah cucu dari Rasulallah SAW Habib Syech Abdul Qodir Assegaf sebagai media dakwahnya melalui Jam’iyyah Ahbabul Mustofa yang berpusat di Kota Solo. Alunan musik, lirik, dan variasi nada-nada teplakan rebana yang tidak kalah modern dengan musik-musik zaman sekarang membuat musik rebana ini semakin digemari bahkan digandrungi dibeberapa wilayah seperti Kudus, Pati, Jepara, Wonosobo dan beberapa daerah lainnya.
Merespon baik apa yang telah dilakukan Habib Syech dengan Jam’iyyah Ahbabul Mustofa, nampaknya Pondok Durrtotu Aswaja juga bisa menggunakan media jam’iyyah rebana hadroh sebagai media dakwah Islam. Seperti yang telah di utarakan Abah Yai Masyrokhan pada latihan hari Jum’at, (10/12) kemarin di Aula putra, bahwa pondok Aswaja juga perlu membuat Jam’iyyah Rebana Hadroh yang digunakan sebagai alat syi’ar Islam di zaman serba musik ini. Melalui jam’iyyah itu kita bisa memperkenalkan apa itu shalawat, apa saja manfaat shalawat, apa indahnya shalawat. Dengan mengkolaborasikan rebana dengan alat-alat musik pendukung lain, diharapkan mampu memberikan nada-nada yang lebih variatif agar semakin memberikan ketertarikan terhadap masyarakat kita.
Tentu harapan yang demikian itu bukanlah suatu hal yang musykil dilakukan namun juga bukan hal yang mudah untuk dijalankan. Setidaknya apa yang telah menjadi harapan dari seorang Maha Guru (Abah Yai Masyrokhan) bisa melecut semangat kita –yang mencintai musik rebana hadroh utamanya- untuk merelasiasikan hal itu. Nampaknya perlu ada semacara tim khusus untuk membuat rancangan rencana pembentukan Jam’yyai ini. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana memadu padankan semangat para santri pondok pesantren aswaja agar memiliki semangat luar biasa dalam usaha mendakwahkan Islam melalui media rebana hadroh. Islam itu indah dan menyukai setiap keindahan, dan musi rebana adalah keindahan jika kita bisa memainkan dengan baik dan benar. Mari kita bersama-sama menghadapi dunia serba musik ini dengan keindahan musik Islami kita. Mari kita bawa yang dulunya suka ke hardrock untuk berganti ke hadroh. Mari kita dakwahkan bersama.... (by;@s@)

TIPS

Tips Meningkatkan Keterampilan Interpersonal

Hai-hai, kali ini kita ketemu lagi buat bagi-bagi tips n trick buat kang2e dan mbak2e. Udah pada tahu apa ntu keterampilan interpersonal ?(beluuuuummm, jawabnya kompak). Oke-Oke jek, yang pada belom tahu, gak usah pada rebutan baca. Ayo ngantri yang tertib bacanya….Keterampilan interpersonal adalah keterampilan untuk bersosialisasi dengan orang lain. Robert Bolton mengatakan “80% orang yang gagal adalah mereka yang tidak dapat berhubungan baik dengan orang lain” jadi bagi kange dan mbake yang ingin sukses… tips ini bisa jadi salah satu alternative. Di simak baik-baik yah… kalau perlu di cateet pake kuas;-)
1. Jangan mengkritik atau menghakimi. Tetapi berilah saran atau penghargaan.
Nah lo, nyang sukanya ngritingin orang, maksudnya ngelitik,eh ngeritik orang tips nomer wahid ini bisa dijadiin pegangan buat bergaul. Jangan suka menjudge orang seenaknya aja, kasih saran atau penghargaan ke orang lain dong..biar bisa lebih akrab.
2. Hindari mengeluh karena bisa memancarkan aura negatif anda
Idih nih orang kok ngeluh mulu, nyak? Smile dong, jangan kuatir lum sikat gigi yang penting senyum. Tunjukkan kalo kita selalu ceria biar aura positip n aura kasih (bukan nggosip artis nih y) kita bisa mempengaruhi orang di sekitar kita.
3. Beri penghargaan yang jujur dan tulus ketika orang sedang lelah-lelahnya menyelesaikan sesuatu
Pas temen kita lagi mumet-mumetnya sama kerjaan eh kita malah ngata-ngatain kerjaannya. Gimana kagak panas tuh pala, masih untung kagak meledak. Makanya, kita support dong.. kasi motivasi biar tambah semangat. Paling gak pake kalimat “good job, prend!”
4. Tunjukkan minat yang tulus melalui kontak mata, sikap tubuh, dan tidak memotong perkataannya serta mengajukan pertanyaan yang relevan.
Tips nyang nomer empat nih bagus buat nyang suka nyerocos kagak tahan ngomentarin orang lain. Sebisa mungkin direm kalo mau motong pembicaraan orang lain. Kalo mau nanya juga yang nyambung ma topik yak.. Jangan sampe si topik yang tadinya mau ke Semarang eh tiba-tiba nyaut ke Negaranya Pak Lek Obama.
5. Pecahkan kebekuan dengan senyuman
Hayo siapa yang susah senyum? Sariawan ya? Kange dan mbake tau kan kalo senyum ntu ibadah. Kata Gus Mus, “Senyum itu biayanya lebih kecil dibanding dengan listrik, tetapi dijamin lebih banyak cahayanya”. Makanya yang mau wajahnya mencorong kayak lampu petromax, jangan susah senyum ya….
6. Buatlah orang lain merasa penting
Ini nih bagian yang lumayan agak sulit, biasanya kalo kita ngadepin orang yang kelewat diem (sampai-sampai kagak kerasa kalo ntu orang kegigit semut) biasanya kita serba salah. Apalagi ntu orang mindernya minta dikasih ampun alias minta ampun, yang perlu kita lakuin buat ntu orang adalah menjadikan dia bagian dari pembicaraan kita. Kasi kesempatan biar dia berkomentar. Tunjukkan kalo kita berminat mendengar ucapan-ucapannya. Seperti yang ditulis pepatah Majapahit, di buku yang pernah kutemukan “Interested is interesting” (artinya, tanya Eyang google).
7. Ajukan pertanyaan bukan perintah
Nyang nomer tujuh ni masih ada kaitannya ma poin sebelumnya, kalo kita pengen orang lain ngasi kesan friendly ma kita usahain jangan merintah kalo lagi menginginkan sesuatu. Misalnya nih, kalo kita mau tahu apa ntu orang pengen berpendapat, kita jangan merintah kayak gini “Ayo kamu berpendapat!” lebih-lebih kayak gini “Awas kalo gak berpendapat, gue gampar lu!”. Astagfirullah, sabar bu… kalo pake pertanyaan “kamu mau ngasi pendapat?” Nah, ntu kan enak didenger.
Yah, abis deh…Oke, sampe disini dulu yak tips n tricknya, Semoga bisa bermanfaat buat kita semua (Amiiinnn..) Kalo kita ketemu lagi pasti ada tips n trick lainnya yang lebih keren. Ni kita mau kulakan dulu…au revoir, bro n sist…..by. Shiva

Minggu, 05 Desember 2010

flash fiction blogfam

Rukmini

Tiap hitungan tanggal malam ganjil, sosok itu selalu datang menjelang fajar. Menatap nyala ke arahku. Berdiri tepat di sampingku tidur. Tiada alasan apapun tiba-tiba tengkukku bergetar. Bisa kurasakan detak jantungku yang berpacu seiring sorot matanya yang menerabas. Sekeliling bola matanya hitam, seperti orang terserang insomnia. Rambutnya panjang menutupi sebagian mukanya. Tiap datang bayang wanita itu selalu didahului aroma melati. Padahal setahuku, di halaman atau di sekitar kosku tak ada yang menanam pohon melati.
***
Setibaku di Bumiayu, sambutan yang kurasakan tak sewajar biasanya. Tiap bercakap dengan nenek, pandangan beliau tak fokus ke arahku. Bahkan kadang beliau seperti ngelantur, berbicara sendiri. Kenangan itu yang kuingat terakhir kali tentang nenek.
Hingga malam keempat puluh meninggalnya beliau, nama perempuan yang sering digumamkan nenek itu masih kuingat betul. “Rukmini!”

cerita

Mayat

Di suatu ruang, dimana gelap dan terang tak ada bedanya. Dimana sunyi tak pernah surut. Tempat yang hanya muat untuk menyelonjorkan kaki dan berbaring. Tak bisa merentangkan tangan. Bahkan mekangkang pun tak bisa. Makluk-makhluk kecil berlendir menggeliat-geliat. Ada yang malu-malu mengendus bau busuk. Sepi beranak-pinak. Pekat merambat sampai ke ubun-ubun. Suasana sepah menjalar.
Ada orang. Bukan orang, tapi bangkai, ya tiga bangkai yang namanya telah lapuk dimakan rayap. Berbaring berdamping-dampingan. Tempat mereka diteduhi pohon kamboja yang wanginya khas dan menyengat. Kadangkala orang lewat di atas mereka, melengos sebentar, lalu cepat-cepat melebarkan langkahnya. Merinding. Lebih lagi jika malam, maka orang-orang yang lewat itu akan berpikir lagi –hanya orang ngaco- mengambil jalan disitu.
“Kalau saja aku tak mati cepat-cepat, istriku mungkin tak kawin lagi dengan keparat, anakku tak jadi pelacur, dan aku bisa melihat wajah cucu-cucuku, menimang-nimangnya gemas melihat tawa polosnya”` keluh mayat pertama.
“Jadi kau menyesal telah datang lebih dulu kemari?” ujar mayat kedua agak sinis.
“Bukan itu maksudku”
“Lantas, kau mau meminta kompensasi dari Tuhan untuk datang lagi ke atas sana?”
“Bukan juga”
“Hayah, kau ini, sudah jadi bangkai masih saja tak tahu diri”
“Apa salah? Apa yang telah mati itu tak berhak berangan-angan?”
“Nah itu, semakin tak tahu diri. Seharusnya kau itu tak perlu banyak angan. Cita-cita dan angan-angan itu miliknya manusia”
“Kau kira aku ini bukan manusia apa?”
“Siapa bilang kau bukan manusia, kau ini manusia, tapi yang sudah kadaluwarsa, manusia yang dicampakkan ke dalam lobang, alias manusia yang sudah jadi mayat, atau kalau kamu mau yang agak halus, kamu itu sudah modar, tau?”
Mayat pertama terdiam. Ia seperti terkena serangan balik yang bertubi-tubi.
“Kenapa diam?”
“Tak apa-apa”
Mereka saling diam kemudian. Mayat pertama mengawang-awang pikirannya. Saat ia masih hidup. Saat ia masih disebut manusia. Ia ingin membego-begokan dirinya sendiri. Sebab ia merasa bego memang saat masih diberi kesempatan memperkaya diri. Kenapa dulu ia tak mencatut uang tunjangan warga. Ia kan bisa cari-cari alasan macam rupa agar para warga percaya kalau uang mereka untuk administrasi inilah-itulah. Toh, uang tunjangan dari pemerintah mereka dapatkan cuma-cuma. Apa salahnya kalau ia ikut merasakan uang kesejahteraan dari pemerintah itu. Pun ia juga warga negara yang sama. Juga ia merasa punya hak yang sama. Lagipula ia juga bisa menggunakan uang catutan itu untuk berangkat haji atau menggunakan setengahnya, -kebanyakan-, maksudnya seperempat atau seperlimanya saja untuk beramal atau ikut-ikutan menyumbang saat ada pembangunan masjid. Bisa kaya iya, bisa beramal juga iya. Kan lumayan.
Ia mengernyit-ngernyitkan dahinya. Ia ragu pada pembayangannya sendiri. Tapi apa bisa pegawai rendahan sepertinya bisa mencatut banyak-banyak. Jabatan paling mentok dinaikkan ke kecamatan. Itu pun kalau atasan sedang berbaik hati.

Minggu, 21 November 2010

Kyai Mbeling

Sabtu, 20 November 2010

LOMBA terbaru

Deadline: 10 Desember 2010

Show Up Your Talent!
Keputrian SKI ( Sentra kegiatan Islam ) Institut Teknologi Telkom- Bandung, mengajak Kamu-kamu untuk unjuk kebolehan dalam rangkaian acara Princess Day 2010. Salah satunya adalah Kompetisi Nasional menulis cerita pendek dan fotografi. Kompetisi ini merupakan sarana pengembangan bakat dan minat peserta dalam bidang menulis dan Fotografi. Berikut adalah syarat dan ketentuannya :
Ketentuan Umum ( Berlaku untuk Kategori Menulis Cerpen & Fotografi ) :
Kompetisi ini berskala nasional, dan terbuka untuk siswi SMA dan Mahasiswi di seluruh Indonesia.
Tema : Wanita Inspiratif Pembangun Peradaban
Judul cerpen dan tema foto bebas tetapi harus mengacu pada tema.
Setiap peserta diperkenankan mengirimkan maksimal 3 karya.
Karya harus original dan belum pernah dipublikasikan.
Hadiah untuk masing-masing kategori :
Juara 1 : Rp. 1.000.000,- + SERTIFIKAT + HADIAH SPONSOR
Juara 2 : Rp. 750.000,- + SERTIFIKAT + HADIAH SPONSOR
Juara 3 : Rp. 500.000,- + SERTIFIKAT + HADIAH SPONSOR
Pengumpulan karya paling lambat tanggal 10 Desember 2010, dan tidak dipungut biaya apapun ( GRATIS )
Keputusan Dewan Juri tidak bisa diganggu gugat, dan karya yang dikompetisikan mutlak menjadi milik Panitia PD 2010.
Ketentuan Khusus Kompetisi menulis cerpen :
Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia literer (indah, menarik, mengalir) dan komunikatif. Bahasa gaul dan bahasa daerah/asing dapat digunakan untuk segmen dialog para tokohnya – jika itu diperlukan dan sesuai dengan tema
Naskah ditulis di kertas ukuran kuarto, dengan aturan sebagai berikut :
• spasi 1,5; Times New Roman; ukuran font 12
• margin justified 2 cm
• panjang naskah antara 3 – 5 halaman
Ketentuan Khusus Kompetisi Fotografi :
Hasil karya sendiri, orisinil dan bukan hasil rekayasa digital dengan menggabungkan 2 (dua) foto atau lebih, beserta unsur-unsur/elemen foto lain ke dalam foto yang diikutsertakan dalam lomba
Jenis kamera bebas kemudian foto dicetak dalam ukuran 4R (10,2 x 15,2 cm) berwarna ( tidak monochrome )
Ketentuan Pendaftaran dan Pengiriman Karya :
Karya yang dilombakan beserta fotokopi KTP/KTM dan biodata diri dimasukkan ke dalam amplop ( boleh berisi maksimal 3 karya dengan kategori berbeda), cantumkan tulisan PESERTA KMC untuk Kompetisi Menulis Cerpen atau PESERTA KF untuk Kompetisi Fotografi -Princess Day-(Nama Anda)-Kampus/ kota tempat tinggal Anda di pojok kanan atas amplop, Contoh ESERTA KF-PRINCESS DAY-La Nashia Baraqbah-Bandung
Kirim karya anda Kepada Panitia Princess Dat 2010 , Alamat : Sekretariat Sentra Kegiatan Islam, Student Center Lantai 1 IT Telkom Jl.telekomunikasi no.1 dayeuh kolot, sukabirus bandung. 40257
Peserta wajib mengirimkan email konfirmasi pengiriman ke princessday2010@gmail.com dengan subject : LP-Princess Day-2010 – (Nama Anda)-Kampus/kota domisili .
Pengumpulan karya paling lambat tanggal 10 Desember 2010
Hasil lomba diumumkan tanggal 19 Desember 2010 dalam acara puncak Princess Day ”I AM A GREAT WOMAN” dan dapat dilihat di www.princessday2010.blogspot.com
Cp : Nadia.085266262932 // Eva.085222420129

Surat Dari Ayah, untukmu Nak

Untuk calon Anakku
Bintang, permata, dan penghuni harapan sanubari hatiku

Ingatlah untai kata dari ayah ini
Anakku, saat surat ini tiba di atas telapak tanganmu yang awam akan segala bentuk muka dunia. Perlakukanlah surat ini sebagaimana ayah bicara padamu, sebagaimana ayah akan mendudukkanmu di pangkuan dan bercerita padamu. Tentang masa kecil ayah dulu yang tak pernah kamu bayangkan dan betapa ayah berharap agar tak akan kau alami kelak jika kau hadir ke dunia ini. Masa-masa dimana kesukaran begitu membelenggu usaha ayah untuk bisa tetap duduk di bangku kayu sekolah ayah dulu. Jika nanti kau mampu membuka mata pada pendidikanmu yang semakin mahal, maka jangan menyerah dan berputus asa. Teruslah berlari, jangan pernah takut terjatuh.
Anakku, kelak jika kau telah dewasa dan ayahmu ini hanya tinggal nama. Jangan berlebihan meratapi kehilangan diriku. Ingatlah tiap manusia sudah ditentukan ajalnya. Hadapi kehidupanmu dengan tegar, sebab kau tak akan pernah menjumpai seorang makhluk pun yang hidup di dunia ini tanpa pernah mengalami kesulitan dan kehilangan. Saat kau berada di posisi yang terburuk dalam kehidupanmu, jangan pernah sekali-kali kau berkata bahkan berpikir Allah itu tak adil bagimu. Tidakkah kau lihat, anakku. Segala yang diciptakannya di dunia ini selalu terdiri dua hal yang saling menyempurnakman dan dari itu kau dapat mengambil hikmah satu sama lain . Jika kau sedang jatuh cinta, maka kau akan merasakan patah hati untuk menghargai cinta. Jika kau memiliki sesuatu, maka ia akan menghilangkannya agar kamu merasa bagaimana seharusnya memiliki. Begitu juga jika kau diberi sesuatu yang banyak maka kelak kau akan diberi yang sedikit agar dapat mensyukuri apa yang telah diberikan padamu.
Anakku, jika kau tiba ke dunia nanti, ayah ingin kau selalu rajin membaca, bukan sebab wahyu nabi yang pertama karena diperintahkan membaca. Namun jika kau mau merenung, maka segala apa yang kau ingin kau ketahui tentang dunia ini membaca adalah kuncinya. Maksud Ayah bukan hanya membaca sesuatu yang di dalamnya termaktub tulisan, anakku. Namun, juga membaca alam, keadaan lingkuganmu, membaca perasaan dan hati orag-orang yang kurang beruntung daripada dirimu. Mengeja dan meresapi kesedihan demi kesedihan kaum yang memburtuhkan pertolonganmu. Bercita-citalah menjadi apa saja yang kau mau selagi itu tidak berlawanan syariat agamamu. Namun, dari sekian cita-cita itu, ayah ingin kau tetap menjadi seorang pembaca yang memahami. Seorang guru pun harus membaca untuk menyalurkan ilmunya pada murid. Seorang dokter harus membaca penyakit pasiennya agar ia tepat memberi obat demi kesembuhan pasiennya. Seorang pesepakbola, harus membaca pergerakan lawan agar ia memenangkan pertandingan. Bahkan seorang tukang sol sepatu pun harus membaca agar ia tepat menjahitkan jarum dan benangnya tepat pada tempat yang ia kehendaki. Sekali lagi anakku, membaca itu bukan hanya mengeja tulisan tetapi melihat, mengerti, dan memahami keadaan dimana kau harus menempatkan dirimu. Juga di waktu kapan kau harus berbuat agar amalmu bermanfaat bagi dirimu juga orang-orang di sekitarmu.
Anakku, jadilah orang yang pandai bersyukur. Tanamkanlah dalam kebiasaanmu untuk selalu mengucapkan “Alhamdulillah”. Dari kata sederhana itulah mampu meredam ketamakan. Dengan kata itu pula kau tidak akan merasa kekurangan apapun. Apa yang kau dapatkan dan apa yang ada dihadapanmu itulah anugerah yang diberikan Allah padamu. Jika kau pandai bersyukur, anakku, maka kau akan merasa bahwa segala yang ayah berikan padamu meski kenyataannya jauh dari cukup akan akan dapat membuatmu merasa bahagia.
Anakku, engkaulah cahaya masa depan silsilah, pelita do’amulah yang mampu menerangi gelapnya peradilan kuburku nanti. Doamu pada orang tuamu bagaikan mata air yang tiada ada keringnya. Dengan doamu Allah memperlebar pengampunan ayahmu ini kelak di akhirat. Maka rajin-rajinlah mencari ilmu akhirat anakku. Setelah kau lahir ke dunia nanti, dan saat usiamu telah beranjak memahami keadaan dunia, ayah berencana akan membawamu ke guru ngaji atau ke pesantren. Di sana kau akan belajar tentang syariat islam, tentang Aqidah, tentang Akhlaq, dan tentang Fiqih.
Tidakkah kau tahu anakku, orang yang ahli ilmu fiqih itu lebih utama daripada seribu orang ahli ibadah. Maka dari itu, ayah ingin kamu tidak hanya memperkaya dirimu dengan ilmu keduniawian tetapi juga ilmu syariat. Walau kelak kau tidak mau jadi kyai atau da’i itu tak masalah bagiku, ankakku. Asalkan kau mau mempelajarinya dan minimal kau amalkan untuk dirimu sendiri, syukur-syukur bisa kau ajarkan pada anak-anakmu kelak.
Anakku, harapanku, ayah tak ingin munafik. Ayah memang bukan orang yang pintar dan pandai tentang ilmu apapun. Namun, jika memang ayah bodoh biarlah ayah saja yang bodoh. Jadilah kamu putra-putri ayah yang pandai. Pergunakanlah ilmumu agar berguna bagi orang lain. Karena salah satu amal yang tak akan putus pahalanya adalah ilmu yang berguna.
Matahariku, simpan baik-baik surat ini sebagaimana kau menyimpan hartamu. Kelak jika kau dirundung putus asa, bukalah lembaran ini, sebagaimana kau menemui ayahmu untuk meminta sedikit kata nasihat. Tak banyak harta yang akan ayah titipkan padamu, maka jika kau tuntut harta yang melimpah maka tuntutlah dirimu sendiri. Membuatmu menjadi anak yang pandai segala ilmu agama dan dunia itulah harta ayah. Pergunakan itu semua dengan sebaik-baiknya. Ayah sangat menyayangimu. Ayah tak ingin kau terjerembab ke jurang gelap kemaksiatan. Terangilah selalu dirimu dengan bacaan AlQur’an.
Hanya ini selembar isi hati ayah yang begitu ayah ingin sampaikan padamu. Jangan pernah menyerah untuk menjalani hidup. Semoga kelak kau menjadi matahari yang mampu memberi manfaat kepada setiap orang tanpa mengharapkan pamrih.
Cinta ayah selalu untukmu.

Dari ayahmu
Yang menaruh harapan besar padamu

Rabu, 03 November 2010

feature

Bukanlah akhir Perjuangan

Matahari mengawali hari, memancarkan sinarnya di sela-sela pepohonan dan bangunan di kompleks ASWAJA. Di halaman telah terparkir begitu banyak kendaraan bermotor sebagaimana biasanya. Namun, hari itu ada yang berbeda. Sebagian wali santri kira-kira sejak pukul enam pagi telah memasuki ndalem untuk sowan Abah Kyai Masyrokhan. Beberapa santri putra dan putri berpakaian hitam dengan samir bergambar logo Unnes berwarna kuning keemasan yang telah terpasang di lehernya.
Mbak Ngamik Qongidah sudah berpenampilan rapi dengan kebaya barunya lengkap dengan baju wisuda. Wajah mahasiswa Geografi yang akan mengakhiri masa studinya dari Kampus Sekaran ini telah tampak terias. Tak ketinggalan toga yang akan dia pakai untuk menghadiri upacara penyematan wisuda, di Auditorium Unnes, Selasa (19/10). Mbak Ngamik dan 24 santri lainnya, untuk periode kedua tahun ini sudah layak menyandang gelarnya sebagai santri intelektual, yaitu sarjana pendidikan. Menurut wanita asal Kebumen ini, meski wisuda bukanlah akhir dari perjuangan, akan tetapi pencapaian mendapat gelar itu terasa sekali kepuasannya,
Juga sebagaimana yang diucapkan mbak Ita “Wah rasanya benar-benar plong, untuk menuju tahap selanjutnya lebih mantap untuk diseriusin”, Tuturnya.
Entah perasaan apa yang ada dalam hati mereka. Pancaran wajah para wisudawan itu memperlihatkan kelegaan dan kepuasan tersendiri. Meskipun gelar itu sudah dalam genggaman tak sepatutnya menjadi sarana bersombong ria. Gelar itu tak kan berarti apa-apa tanpa kontribusi nyata untuk kemaslahatan masyarakat dan pengabdian pada agama. Karena wisuda merupakan tahapan awal dalam menapaki lembaran hidup baru. Selamat melaju kange dan mbae wisudawan dalam tahapan hidup yang lebih bergelombang. (Dian)

BENARKAH, LEBIH BANYAK WISUDAWAN LEBIH BANYAK PENGANGGURAN?

Wisuda merupakan sebuah kata yang selalu ditunggu oleh para mahasiswa. Wisuda membutuhkan banyak sekali perjuangan, karena wisuda merupakan simbol berakhirnya titel mahasiswa. Satu hal yang terpenting, semakin mirisnya perjuangan para sarjana untuk menapaki kehidupan selanjutnya, tak selamanya hidup itu indah, sehingga semuanya membutuhkan perjuangan lebih.
Mahasiswa merupakan agent of change, tanpa semangatnya mungkin Indonesia tak bisa menerapkan sistem demokrasi. Mahasiswa memperjuangkan hak asasi manusia, menyalurkan aspirasi rakyat, dan yang terpenting mereka telah menerapkan sistem demokrasi di Indonesia. Mahasiswa sangat berpengaruh besar terhadap kemajuan bangsa, karena mereka telah diajari bagaimana kehidupan yang sesungguhnya. Usia yang telah cukup, dan kemampuan yang cakap mendorong mereka untuk selalu bangkit, mereka tak hanya berpangku tangan, menerima semua keputusan, namun ilmu dan akal bersatu guna sebagai filter mana yang benar dan mana yang salah.
Berakhirnya titel sebagai mahasiswa, justru merupakan sebuah tantangan besar, karena hidup tak hanya sampai digelar sarjana. Setidaknya, mereka harus bisa menerapkan ilmu yang mereka peroleh, apalagi mengamalkannya. Memang benar, mahasiswa kuliah untuk mencari bekal, baik ilmu pengetahuan ataupun pengalaman, namun, pada zaman sekarang, banyak orang tak mengerti tujuan utama kuliah, mereka hanya mencari selembar kertas, yang katanya bisa untuk merubah segalanya. Ijazah memang penting, karena tanpa ijazah kita tak bisa berbuat apapun, namun setidaknya kita sebagai manusia yang bermoral, harus bisa berperilaku lebih, kita kuliah untuk mencari bekal sebanyak-banyaknya yang kemudian bisa kita pergunakan untuk menjalani kehidupan selanjutnya. Nah, ijazah sebagai syarat formalnya. Kunci utamanya adalah bersungguh-sungguh dalam kuliah, mengingat usia yang tak menentu dan takdir yang tidak kita tahu.
Zaman sekarang, sulitnya menjalani hidup setelah diwisuda, mengingat jumlah lulusan dengan lowongan yang tak sebanding. Persaingan yang semakin ketat meciptakan jumlah pengangguran semakin banyak. Untuk itu, dibutuhkan sarjana yang kreatif, tanpa harus menggantungkan hidupnya kepada orang lain, mereka harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, sebagai bukti bahwa mahasiswa tak sekedar nama beken, namun benar-benar sebagai agent of change.
“lebih banyak wisudawan, lebih banyak pengangguran”, kata yang sering terucap namun sangat tak diharap. Untuk itu, kita sebagai mahasiswa harus bisa menghapuskan kata tersebut, berusaha menjadi mahasiswa kreatif, mandiri dan dinamis. Semangat untuk para sarjana!!! (Mamila)

Berita Utama

TASYAKURAN WISUDAWAN SANTRI
ASWAJA UNTUK SELAMANYA

Tasyakuran wisudawan santri aswaja kembali dilaksanakan dengan tema “Aswaja untuk Semua”. Pembawa acara (kang Wahyu dan kang Alto, red) membuka tasyakuran wisudawan santri aswaja di halaman parkir ponpes aswaja, Banaran, Sekaran, Gunungpati, jumat (22/10).

Pondok Pesantren Durotu Ahlussunah Wal Jamaah ada di Banaran, Sekaran, Gunungpati. Mayoritas santrinya berstatus mahasiswa. Tak Heran jika pondok tersebut sarat akan kegiatan. Pada hari Jumat (22/10) kemarin tasyakuran wisudawan santri kembali dilaksanakan dengan tema “Aswaja untuk Selamanya”. Pembawa acara (kang Wahyu dan kang Alto, red) membuka tasyakuran wisudawan santri aswaja yang ada di halaman parkir Pondok pesantren Durrotu ahlussunah wal jamaah.
Acara dikemas secara rapi mulai tahlil, tilawah, sambutan-sambutan, kesan-pesandari wisudawan dan terakhir mauidhoh khasanah dari Abah yai Masrokhan. Malam itu tempat parkir ramai dipenuhi ratusan santri, 25 diantaranya dari wisudawan dengan rincian 13 orang santri dari wisudawan putri (mba’e) dan 12 orang santri dari wisudawan putra (kange). Acara dimulai pukul 21.00 berjalan dengan lancer. Para audience mendengarkan dengan khidmat, terutama saat wisudawan naik ke atas panggung menyampaikan kesan-pesan dan perform. “Sopan santun lebih dibutuhkan”. Ujar kang Nasihu, mewakili wisudawan putra.

Sampai menangis
“Ternyata dalam hidup bermasyarakat yang dibutuhkan itu sopan santun bukan pintarnya.” Tambahnya. Sementara dari wisudawan putri diwakili oleh mbak Nina. Ia terharu sampai mengeluarkan air mata waktu menyampaikan kesan-pesan. Setelah itu perform dari wisudawan lewat puisi lima bahasa dengan judul “Durrotu Aswaja” karya NA/05, yang dibacakan oleh kang Memed (bahasa jepang), kang Yen (bahasa Indonesia), kang Ngizudin (bahasa jawa), mbak Shoimah (bahasa arab), mbak Luluk Alawiah (bahasa inggris). Kemudian acara itu di tutup mauidhoh dan doa oleh Abah Yai Masrokhan. Selamat Ya….(arsai)

POEM

Tanpa judul

Kesendirianku membuatku ngilu
Perih, letih
Berjalan terbata
Menyusuri lorong hampa
Hanya bayangan semu kawan abadi
Sampai habis waktu kiranya

Dan kini aku terpana
Melihat selaksa biru anggun
Menghampiri lelap gelap
Ternyata sang malaikat
Yang mungkin dikirim-Nya khusus menemani lelapku
Aku damai,
Indah,
Teduh
.
Tapi
Ah…..sinar mentari itu
Menghancurkan mimpiku!










Jika kau, aku akan, aku pasti

Jiak kau butuh
Aku akan menjauh
Jika kau datang
Aku akan menghilang
Jika kau menangis
Aku akan terbahak
Jika kau tersenyum
Aku akan tersedu
Tapi jika kau mati
Aku pasti mati……hwehehe…

Oleh Aminatuz

“Saya Khawatir Kreativitas Santri (PPDAW) Pudar….”

Judul yang saya lontarkan di atas itu mungkin hanya pernyataan kegelisahan sederhana dari saya kepada jenengan semua, syukur-syukur ada yang baca. Maaf kalau memang agak sinis, atau mungkin ada yang ilfeel dengan apa yang saya nyatakan atau bahkan bertanya-tanya (mosok sih? Ah kuwe iki ngawur -saya mencoba menebak benak jenengan-¬). Saya hanya mengambil beberapa kesimpulan kecil dari apa yang selama ini saya lihat -sendirian, selaku yang merasakan- dengan apa yang telah menjadi fenomena.
Kalau dulu sewaktu saya masih semester satu. Saat itu masih begitu polos dan imut-imutnya, melongo melihat kang-kang dan mbak-mbake yang luar biasa bakatnya di bidang apapun. Contoh kecil sajalah, kalau gede tak ada tempat untuk nampung, terus terang pertama kali saya melihat Grup Vokal pondok Aqila Voice yang dimotori Kang Yasin, Pak Cik, Kang Memed, dan sepiturutnya, saya bergumam pada diri saya sendiri itulah pertama kalinya saya melihat performance acapela secara langsung bukan dari tivi, radio, atau pun dari layar ajaibnya mbah Google. Lebih-lebih waktu saya dipameri penghargaan yang mereka raih dari beberapa kompetisi yang mereka juarai, saya hanya bergumam “Weleh-weleh, kondhang tenan iki”. Dan sekarang? Memang masih ada, tapi hanya berupa sebuah inisiatif yang tak pernah terbentuk.
Di bidang lainnya, bidang tul-menul atau tulis-menulis (maaf, ini tidak ada unsur promosi suatu UKP apapun) paling tidak tiap tahunnya pasti ada delegasi pondok yang ikut dikirim ke ajang kompetisi regional hingga nasional. Ada yang menggondol emas milik PIMNAS (bukan maling, tapi juara), ada juga yang langganan juara LKTM Jawa Tengah. Saya acungi jempol lima untuk mereka, dua jempol kaki dan dua jempol tangan, satunya pinjam jempol jenengan, atas kreativitas yang luar biasa itu. Dan sekarang? Memang masih ada, tapi hanya secuil orang, seperempat cuilan malah dan lagi-lagi itu hanya berbentuk angan-angan.
Penasarannya, Dimanakah kreativitas-kreativitas luar biasa itu tersisa di pondok ini? Apa ya dibawa pendahulu-pendahulu itu semuanya tanpa menyisakan sekelumit untuk adik-adiknya ini. Kalau mau belajar dari sejarah (sekali lagi maaf, ini tak bermaksud mengunggulkan jurusan atau prodi tertentu) seharusnya kita bisa termotivasi untuk menyetarakan dan sedikit sajalah mengungguli apa yang dulu-dulu mereka raih. Jika melihat semakin terpenuhinya fasilitas yang ada seharusnya pula itu bisa menjadi media penunjang bagi kita.
Baru kemarin saya ditelpon salah satu penggagas buletin ini, yang sekarang ia sudah menyalurkan ilmunya di TBS Kudus. Ya, ia anggota si kembar dari Gua Hantu, ups keceplosan, maksud saya si kembar dari Gebog Kudus, Kang Ahsin. Saya sedikit curhat padanya, kok sekarang minat-minat itu semakin menghilang ya? Beliau hanya menjawab, bukan menghilang tapi teralihkan ke perhatian yang lain, yang perhatian itu menurut mereka lebih ringan untuk dijalani. Sebenarnya minat itu ada, tapi kesanggupan dan kesediaan menyempatkan itu tidak ada (sebagaimana ngendikanipun Abah, Mau-Mampu-Menyempatkan).
Bagaimana pun, saya tetap khawatir kreativitas yang menelurkan seabrek prestasi yang dulu saya kagumi itu pudar begitu saja. Saya betul-betul tidak rela, jika santri (PPDAW) yang lebih disiplin ini kalah prestasinya dibanding anak kos-kosan. Setelah membaca tulisan ini, Tapi apa mungkin jenengan akan nyadar? Semoga sajalah, wallahu a’lam. Wahyu Ameer*.

*Penulis adalah mahasiswa prodi Sastra Indonesia 2007. Anggota Lab Teater dan Film Usmar Ismail. Pernah menulis di Swara Muda (Suara Merdeka) juga Tabloid Nuansa, Enam cerpennya telah termuat di Annida, salah satunya berjudul Dia Bukan Teroris menjadi cerpen terfavorit bulan Maret 2010. Cerpen Kiriman Terakhir mendapatkan penghargaan ketiga pada kompetisi cerpen Islami FBS Unnes (2009). Puisi berjudul Izrail menjadi pemenang dalam kompetisi Semarak Indonesia 2009, yang dibacakan pada lomba baca puisi SMA se-Jawa Tengah. Pernah menjadi editor buku Kartini Sang Pembaharu (Proyek Kabag Humas Jepara, 2010). Dua karyanya juga telah ikut diterbitkan dalam antologi buku bersama Aku dan Masa Silam (Hitam-Putih Publishing, 2010) dan Singkong bukan Singkong (Polifenol Publishing, 2010).

Senin, 04 Oktober 2010

nge-poem


dear I.EM.A.EN.KA.U

Sebuah rasa yang tak habis oleh kikisan gelombang zaman

Di antara derap-derap langkah yang sempurna

Melaju pada rel yang panjang terbentang

Hanya untuk suatu pengharapan

Atas nama kata cinta

Sayang……

Engkau tak ubahnya hanya sebuah siluet bayangan

Dalam cahaya temaram setengah purnama bulan

Berbalut pekat malam yang semakin hitam

Dalam keheningan yang tak bertuan

Tuk eja sebuah kata

Iman……

Tak mudah sungguh memang

Menggapai karunia cinta yang Kau ciptakan tuk syukuri apa yang Kau anugerahkan

-dian-


Antusias MASTA di Hari ke-2

MASTA (Masa Ta’aruf Santri) 2010 diadakan mulai tanggal 21,22 dan 24 September 2010. Acara ini cukup menyita perhatian karena selain penampilan ta’aruf dari santri baru, acara tersebut juga diisi oleh UKP (Unit kegiatan Pondok) yang menambah ramainya acara tersebut. Diantara UKP-UKP tersebut adalah Ad-durrota, Ad-durroti, Teater Kupluk, LBA dan Komunitas Kalimasada.
Hari kedua acara yang menjadi agenda tahunan Litbang ini dimulai pada jam 20.30. Acara tersebut seharusnya bisa dimulai lebih awal namun para santri tidak mengindahkan panggilan panitia agar segera datang ke halaman pondok. Namun itu Tak berlangsung lama setelah MC membuka acara. Setelah itu acara demi acara mengalir dengan lancar.
Para santri baru diberi kesempatan maju dan memperkenalkan diri mereka, hal itu betujuan agar santri saling mengenal. Santri baru dari kange dibagi menjadi dua kelompok, sedangkan dari mbake menjadi empat kelompok yang masing-masing terdiri dari kurang lebih 10 orang. Sebelum memperkenalkan diri, tiap kelompok diwajibkan menampilkan yel-yel masing-masing.
Salah satu penghibur acara pada malam itu adalah penampilan teater kupluk oleh Mbake, yang diperankan sangat indah oleh Mbak Uut, Mbak Aniqoh, Mbak Fani dan Mbak Hanif. Walaupun sebagian dialog ada yang kurang jelas karena tidak menggunakan pengeras suara, penonton tetap dapat tertawa dengan kekocakan yang mereka bawa. Jika dibandingkan dengan MASTA tahun lalu, memang jauh berbeda dengan tidak adanya penampilan dari Aqila Voice dan Teater Kupluk Kange, namun semua itu tidak mengurangi antusias para santri untuk acara tersebut.Dini

Kamis, 19 Agustus 2010

tips mengatasi bau mulut

Bau mulut merupakan masalah yang acap kali timbul sehingga membuat kepercayaan diri menurun. Kondisi tersebut sering terjadi pada saat berpuasa.
Bau mulut tersebut terjadi karna berkurangnya air liur, sehingga muncul bau yang tidak sedap. Sebenarnya bau mulut merupakan situasi yang dimiliki setiap individu, jadi semua tergantung dari bagaimana cara merawat organ mulut kita.

Untuk itu pada saat berpuasa, rongga mulut juga memerlukan perawatan yang harus diperhatikan, agar tidak mengganggu aktivitas dalam berkomunikasi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat berpuasa untuk mengurangi dan mencegah bau mulut. Supaya gigi tetap terjaga kebersihannya, kegiatan menggosok gigi harus tetap dilakukan.

Gosoklah gigi minimal sehari dua kali, yakni saat setelah sahur dan sebelum tidur pada malam hari. Jangan lupa untuk menggosok lidah karena lidah terdiri dari papila-papila yang dapat menjadi tempat menempelnya makanan.

Hindari makan daging ketika sahur, karena daging akan menjadi bang kai didalam tubuh kita yang akibatnya akan keluar bau yang tidak sedap melalui mulut kita


Selain itu perbanyaklah minum air putih saat berbuka puasa, serta banyaklah mengonsumsi buah-buahan dan sayuran.(Ndh)

artikel islami

Permata Dalam Bulan Ramadhan
(Oleh : DD Nufus)
Marhaban Ya Ramadhan. Tamu yang kita tunggu-tunggu selama 11 bulan lamanya kini telah tiba. Dialah bulan suci Ramadhan. Bulan yang penuh dengan berkah, bulan yang sangat diistimewakan oleh Allah. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, di dalamnya penuh dengan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Bulan yang dirindukan kedatangannya dan ditangisi kepergiannya oleh orang-orang yang sholeh.
Pada bulan inilah kaum muslimin seharusnya melakukan pengembaraan rohani dengan mengekang nafsu syahwat dan mengisi dengan amal-amal yang mulia. Semua itu merupakan momen sekalius saran yang baik untuk mencapai puncak ketaqwaan. Dosa dan kekhilafan juga merupakan sasaran yang akan kita hapuskan dalam bulan Ramadhan ini. Untuk mendekatkan sasaran tersebut, kiranya perlu menyambut tamu Allah yang agung ini dengan mengadakan pembekalan rohani dan pengetahuan tentang bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.
Hendaklah kita selalu bersyukur menjadi ummat islam, karena Allah telah memberikan lima hal yang belum pernah diberikan kepada ummat-ummat sebelumnya ketika bulan Ramadhan. Yang pertama bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum daripada harumnya minyak kesturi di sisi Allah. Sebab ia terlahir dari ketaatan kepada-Nya. Apa saja yang timbul dari ibadah dan ketaatan kepada Allah tentu akan dicintai oleh-Nya, serta pelakunya akan diberikan sesuatu yang lebih baik sebagai pengganti.
Kedua, Para Malaikat akan beristighfar untuk orang-orang yang mengerjakan ibadah puasa hingga mereka berbuka. Para Malaikat adalah hamba-Nya yang dimuliakan di sisi-Nya, sebagaimana Allah mensifati mereka dalam firman-Nya: “…Yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At-Tahrim [66] : 6). Keutamaan berikutnya adalah Allah memperindah Surga setiap hari sebagai persiapan untuk para hamba-Nya yang shalih dan dalam rangka memotivasi mereka untuk memasukinya.
Selain itu, pada bulan Ramadhan setan-setan pembangkan diikat dengan rantai dan dibelenggu sehingga mereka tidak bisa menyesatkan hamba-hamba Allah yang shalih dari kebenaran dan tidak dapat mencegah mereka dari kebaikan. Ini adalah salah satu bentuk pertolongan Allah kepada para hamba-Nya. Musuh ummat ini diikat sehingga tidak bisa mengajak golongan mereka supaya menjadi penghuni Neraka yang menyala-nyala. Oleh sebab itu, dapat engkau saksikan bahwa pada bulan ini orang-orang shalih mempunyai keinginan yang lebih tinggi untk melakukan kebaikan dan menahan diri dari kejelekan dibandingkan pada bulan-bulan lainnya.
Untuk puncaknya, Allah mengampuni ummat Muhammad pada setiap akhir malam bulan ini. Jika mereka melaksanakan apa yang seharusnya dikerjakan pada bulan yang mulia ini, berupa puasa dan shalat, maka Allah akan memberikan karunia dengan menyempurnakan pahala mereka ketika telah selesai mengerjakan amal-amal mereka.
Dengan semua yang telah Allah janjikan di atas, amatlah sayang jika kita lewatkan bulan Ramadhan dengan hal-hal yang tak mengantarkan kita pada rahmat dan ridho-Nya.

Senin, 16 Agustus 2010

Peluang Menulis Cerita Anak

Anda Punya Naskah?

Penerbit Bumi Aksara Divisi Cerita Anak, mengajak anda untuk
mengirimkan naskah ke redaksi.

Jenis Naskah;

a. Novel Anak
b. Novel Anak Islami
c. Dongeng Anak
d. Kumpulan Cerita Anak
e. Kumpulan Dongeng
f. Cerita Bergambar
g. Cerita Bergambar untuk Balita
h. Edutivity
i. Bacaan Anak; How to, Ilmu Pengetahuan, etc
j. Cerita berseri
k. Atau apa saja yang mampu menjadi inovasi bagi perkembangan buku
anak-anak.

Format Naskah;

Naskah minimal 3 hal, kertas A4, dengan ilustrasi(diluar halaman) atau
tanpa ilustrasi. Anda bisa mengirimkan Soft Copy atau Hard Copy-nya ke
Alamat Berikut;

PENERBIT BUMI AKSARA
JL. AREN III NO. 25
RAWAMANGUN-JAKARTA TIMUR 13220
TELP. 021-47865686, 4895803
e-mail; info@bumiaksara. co.id atau puisi_alnurani@ yahoo.com

Imran Laha
Editor

Peluang di Media Pressindo Group

KELOMPOK PENERBIT MEDIA PRESSINDO GROUP JOGJAKARTA

Membuka peluang menulis resensi…

Bagi siapa saja yang sedang belajar menulis atau Anda para penggila buku. Dapatkan manfaat dari hobi membaca buku Anda.

Segara… tulislah resensi buku terbitan Media Pressindo Group : (Media Pressindo—Narasi—Pustaka Widyatama—Pustaka Yustisia) dan kirimkan ke Media cetak.

Kirimkan bukti resensi yang dimuat di media cetak nasional maupun regional,

Media Pressindo Group akan memberikan reward berupa sejumlah uang…

Rp. 250.000 untuk resensi di media cetak nasional

Rp. 150.000 untuk resensi di media cetak regional

Dapat uang dari Media cetak + dari Media Pressindo Group…

JANGAN LEWATKAN BEGITU SAJA!!!!

INformasikan ini kepada orang-orang sekitar Anda…

Didik Adi Sukmoko (Jali)

Manajer Promosi da External Affair

MEDIA PRESSINDO GROUP

Pemasaran : Jl. Jawa D-10 Nogotirto Elok II Yogyakarta 55292

Telp/fax. 0742-620879

Redaksi : Jl. Irian Jaya D-24 Nogotirto Elok II Yogyakarta 55292

Telp. 0274-7103084

Kamis, 05 Agustus 2010

artikel


KEMANA ETIKA BERBUSANA BANGSA YANG DULU?
Tak dapat dielakkan lagi, sudah ribuan bahkan mungkin tak dapat dihitung lagi masalah-masalah yang sudah banyak terjadi dan mengguncang negeri ini, negeri Indonesia sehingga bangsa yang semula sangat menjunjung tinggi etika dan moral menjadi bangsa yang hampir kehilangan bagaimana beretika. Dan masalah yang timbul juga tidaka hanya disebabkan oleh beberapa faktor saja, namun banyak pula. Lalu siapa yang akan disalahkan? Dengan rentetan kejadian-kajadian yang menimpa bangsa ini harusnya menjadi pelajaran bagi kita semua, bagaimana langkah yang harus diambil untuk menyelamatkan moral bangsa yang sudah separah ini.
Jika kita menengok lagi bagaimana kodisi bangsa Indonesia sekarang ini, dari sudut pandang berbusana saja misalnya kita akan tahu bagaimana Indonesia saat ini. Lihat saja para public figure kita, khususnya yang beragama islam, hampir semuanya yang sudah tidak mengindahkan lagi bagaimana etika berbusana bangsa Indonesia yang sebenarnya. Berpakain serba mini, tidak menutupi aurat yang seharusnya ditutupi adalah bukan pemandangan yang langka lagi bagi kita. Hal ini telah dianggap sebagai hal yang umum dan biasa yang lebih parah lagi berbusana seperti itu dianggap pantas, wajar dan bahkan seperti tidak menyalahi etika berbusana bangsa Indonesia.
Adat berbusana seperti diatas seharusnya tidak perlu dilestarikan dan disuburkan apalagi kita-negara Indonesia adalah negara yang memiliki umat islam terbesar di dunia, harusnya menjadi mercusuar bagi umat islam khususnya dalam mencerminkan nilai-nilai akhlaq islam itu sendiri. Kita sebagai umat muslim harus tahu, untuk apa Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia? adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Untuk itu seyogyanya kita meneladani tingkah laku dan perbuatan beliau.
Pengaruh diatas ( cara berbusana) tidak disangkal memang diakibatkan oleh globalisasi. Untuk itu untuk menghadapinya juga harus diimbangi dengan IMTAQ ( Iman dan Taqwa ) dengan tujuan agar kita tetap menjadi bangsa yang istiqomah menjunjung tinggi nilai-nilai moral bangsa khususnya dalam etika berbusana. Lebih dikhususkan lagi etika berbusana itu ditujukan kepada kaum wanita. Ada sebuah hadist yang menerangkan bahwa: “wanita adalah tiang negara”. Dari hadist tersebut dapat ditarik benang merah: apa jadinya sebuah Negara, islam khususnya jika para wanitanya bertingkah laku yang tidak mencerminkan akhlaq terpuji, malah justru sebaliknya. Jika di Malaysia diberlakukan undang-undang yang menyatakan bahwa wanita yang mengenakan rok mini akan didenda sekitar 2,5 juta, apa salahnya kalau undang-undang tersebut juga diberlakukan di Indonesia. (Oleh : Muthohharoh )

Sabtu, 17 Juli 2010

Agenda Pondok

Pemberitahuan
Sehubungan dengan akan dilakasanakannya rangkaian kegiatan Haflah Akhirussanah (HAS) XX. Kami beritahukan kepada seluruh santri dan Alumni Ponpes Durrotu Aswaja, Sekaran,Gunungpati, Semarang, untuk hadir dalam rangkaian acara HAS XX:
1. Lalaran dan Gambus (22 Juli 2010)
2. Simtudduror dan tahlil massal (23 Juli 2010)
3. Khotmil Kutub (24 Juli 2010)
4. Temu Alumni (25 Juli 2010)
5. Temu Wali Santri (25 Juli 2010)
6. Pengajian Akbar (25 Juli 2010)
Info lebih lanjut Hubungi

Pak Lurah (Kg. Arif) 085225356454
Kg.Nasruddin 085866583132
Kg. Wahyu 085743604875

Minggu, 11 Juli 2010


PPDAW in news

PERLOMBAAN TARIK TAMBANG

Minggu, 20 Juni 2010 Pukul 16.30 di PonPes Durrotu Ahlussunah Waljama’ah pada acara HAS (Haflah Akhirussanah) ke-XX diadakan perlombaan tarik tambang. Perlombaan yang diikuti oleh santri putra dan putri PonPes Ahlussunah Waljama’ah. Perlombaan ini cukup menguras tenaga bagi para peserta lomba tarik tambang karena selain membutuhkan kerja sama tim yang baik juga lomba ini membuat tubuh peserta terasa remuk.
Perlombaan pertama antara kamar Al-adhim melawan Ar-rosyid+Al-hayu yang dimenangkan oleh kamar Ar-rosyid+Al-hayu. Diperlombaan awal ini peserta tampak bersemangat menggebu-gebu. Perlombaan berikutnya antara Al-kholiq+Ar-rohman melawan Al-aziz+An-nafi, Diperlombaan kedua ini pun tak kalah ramai dengan perlombaan pertama dan Al-aziz+An-nafi menang secara mutlak. “Itu merupakan perlombaan yang sangat menguras tenaga dan tentunya lebih berat dari memasak, dengan sekuat tenaga kami mengikuti perlombaan itu walaupun dibabak ke-2 kalah ci, he….”. Tutur mb Dina.
Dengan perlombaan ini baik santri putra maupun putri Durrotu Ahlussunah Waljama’ah ikut meramaikan GOR ASWAJA. Santri putra maupun putri tampak antusias menyaksikan perlombaan tarik tambang. “Lombanya sangat seru sekali, itu merupakan hiburan buat saya karena saya bisa tertawa, tegang, dan teriak-teriak sepuasnya, saya sangat berharap ini merupakan perlombaan yang setiap tahun ada”. Tutur mb Aini.
Perlombaan selanjutnya Semi Final tarik tambang anatara Al-qudsi+Al-lathif melawan Ar-rozaq+As-salam yang akhirnya dimenangkan oleh Al-qudsi+Al-lathif. Kemudian Al-muhaimin+Al-karim yang melawan Al-halim+Al-mujib dan dengan mudah dimenangkan oleh Al-halim+Al-mujib. “Menyenangkan, mengocok perut, dan mencengangkan sekali ternyata peserta lombanya kuat-kuat penontonnya juga sangat antusias dan bersemangat”. Tutur mb Umi dengan semangat.
Akhirnya tiba saatnya pada tahap yang sangat ditunggu-tunggu yaitu Grand Final perlombaan tarik tambang pada acara Haflah Akhirussanah (HAS) ke-XX antara Al-aziz+An-nafi dengan Al-halim+Al-mujib, yang kemudian dimenangkan oleh Al-halim+Al-mujib. Selesai sudah perlombaan tarik tambang dalam acara HAflah Akhirussanah (HAS) ke-XX Pondok Pesantren Ahlussunah Waljama’ah, semoga acara ini akan tetap ada setiap tahunnya dan juga lebih meriah dari sebelumnya.(lulu’)

PPDAW in news

PGG
(Pidato Gawe Guyu)

Selasa, 22 Juni 2010 tepatnya pada malam hari pukul 20.00 WIB di pelataran ponpes “Aswaja” diadakan lomba pidato bahasa jawa. Para pesertanya adalah perwakilan tiap kelas madin dari kelas 1 sampai dengan kelas 4 baik santri putra maupun putri. Tujuan diadakannya lomba pidato bahasa jawa ini selain untuk memeriahkan acara Haflah Akhirussannah ke-XX adalah untuk melestarikan budaya jawa yang kita miliki dengan berbicara dengan menggunakan bahasa jawa dan untuk menggali bakat-bakat yang sebenarnya dimiliki oleh para santri Aswaja tersebut.
Dalam lomba pidato bahasa jawa kali ini banyak terdapat kejadian yang unik dan lucu yang membuat suasana menjadi lebih hidup dan acara menjadi semakin meriah. Para peserta mengemas pidatonya semenarik mungkin sehingga para audience juga merasa terhibur. Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang terpingkal-pingkal menyaksikan penyampaian para peserta yang sangat lucu. “sebenere niki acara lomba pidato nopo dagelan? Kok malah gawe guyu terus”. Tutur salah seorang santri putri yang tidak rela disebutkan namanya.pendapat lain adalah dari mb Dinul Qoyyimah , santri putri Aswaja mahasiswa jurusan ekonomi, “menurut saya, acara ini sangat menarik. Para peserta dalam menyampaikan pidatonya sudah cukup bagus walaupun ada yang hanya sebagai penggembira saja bahkan dalam penyampaiannya bisa dikatakan salah jalur,tetapi hal itulah yang membuat saya tertawa dan merasa terhibur. Disamping itu saya juga mengamati bahwa ternyata sekarang ini banyak pemuda-pemudi yang berasal dari Jawa tetapi belum bisa berbicara dengan bahasa jawa yang baik dan benar”, ungkapnya gamblang. Hal ini membuktikan bahwa para audience cukup antusias dalam menyambut acara ini karena mereka menyimak dengan baik penampilan dari masing-masing peserta.
Harapan ke depan adalah acara seperti ini lebih ditingkatkan lagi dengan kemasan yang lebih mnarik.(aminatuz)

aswaja flash

LombaMadingGemparkanAkhirussanah
Lombadimulaipukul 20.00 WIB di pelataranparkir PONPES DurrotuAswaja.Para santribegituantusias, dibuktikandenganpenuhnyatempat yang telahdisediakanolehpanitia.Lombamadingdilaksanakanbersamaandalamsatutempatdenganlombabacakitab, denganperformance selang-selingantarkedualombatersebut.
PesertaBerjumlahdelapankelompok, masing-masingkelasmengirimkanduakelompok, kelompokputradanputri.Setelahpesertadipanggilmenurutundian, kemudianmajuuntukmempresentasikanhasilkreativitasmereka.Beberapatema yang diangkatantaralain Bola, kebersamaan, Konservasi, Penghijauan, kepeduliandancinta. Kebanyakanrubrik yang dibuathampirsama, namuntidakterlepasdarinilai-nilaiislami. Bagianterpenting yang dinilaiadalahisi, tampilanmading (penempatan-penempatantulisan) sertapresentasidi depanaudience.
Penampilan yang paling menggemparkanadalahmadingkelasempatdengantemacinta.Dengankonsep pinky merekamembuatteatrikaldenganmunculnyaseseorang yang dijuluki King Of Love.Pertama-tama seorangsantridatangdenganmembawamadingberbentukhatiberwarna pink.Kemudiandisusuldenganseorang yang membawapanah yang sewarna.Merekamenyajikansecarakocakdanmembuatparasantritertawariuh.
“Sayamerasapuastelahmenampilkandanmempresentasikankarya yang telah kami buatsendiri.Selainitu kami jugaterhiburdengankekonyolankelasempat.Benar-benarAkhirussanah yang meriah, berbedadengantahundulu”.UjarIstiqomah, salahsatupesertalombamading.(dinina)

liga porsiantri

SINGO Vs SENAM
(Santri angkakatan Rongewu songo vs Santri angkatan dua ribu enam)


Dalam rangka memperingaati Haflah Akhirusanah (HAS) yang ke 20.Pondok Pesantren Durotu Ahlusunnah Waljamaah menyelengarakan PORSIANTRI (Pekan Olah Raga Untuk Santri ). Terdiridari beragam lomba, satu diantaranya lomba sepak bola antar angkatan. Lomba ini berlaku bagi kange.
Diputaran pertama ada Kange angkatan ’06 yang dikapteni oleh kang Ipul, kang Maya penjaga gawang, kang Nidom, kang Ulum, kang Nendi Kang Afif, Kang Husni. Melawan kesebelasan kange angkatan ’09 kang fahmi (kipper), kang Hanif, Kang Pri, kang, Humam, kang Hasan, kang Reza, kang Iwan kang Alto, Kang Fadil.
Pertandingan di lapangan Banaran, Sekaran, Gunung Pati. Molor satu jam dari jadwal yang telah ditentukan membuat kange angakatan ’09 kesal. Wahyu Ameer selaku panitia meuturkan, “Persiapan kurang banget, gawang menceng karena pasangnya malam.”Tapi walau pun demikian pertandingan tetap berjalan lancar. minggu(20/6).
Porsiantri cabang sepak bola ini merupakan bentuk apresiasi dari kange. Berawal dari tinnginya minat Soccer dari kange yang setiap libur pondok (kushus nya jumat) mereka menyempatkan waktu untuk bermain bola.
Selang beberapa menit pertandingan berlangsung Fadlil mampu membobol gawang kange angkatan ’06 yang dijaga oleh kang Maya, membuat kange angkatan ’09 unggul 1-0. Kemenagan tersebut tak berlangsung lama, beberapa menit kemudian kange angkatan ’06 berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan dari kang Nidom. Babak pertama berakhir denga skor 2-2.
Dibabak ke-2 kedua kubu tampak bermain imbang. Terlihat dari kedudanya yang saling mencetak gol secaberurutan. Angkatan ’09 di babak ka-2 gol dicetak oleh Humam(2 kali), Reza(3 kali). Angkatan ’06 dicetak oleh Husni, Nendi melalui umpan dari Husni lewat tendangan sudut, kang Ipul, Fahmi (kipper ’09) gol bunuh diri. Dan dimenit-menit terakhir angkatan ’06 mampu menyamakan kedudukan 7-7 lewat gol yang dibuat oleh kang Husni.
Hasil yang imbang membuat kang Reza(wasit) mengambil keputusan adu penalty untuk menentukan juaranya. Akhirnya pertandingan dimenangkan oleh angkatan ’06 lewat tendangan dari kang Nendi. By Arsaai

Liputan pondok Aswaja


TEGURAN UNTUK MUBTADA’ DAN KHOBAR
Panitia PORSIANTRI(pekan olahraga dan seni santri) mengadakan lomba membaca kitab yang bertempat di halaman Aswaja. Lomba yang dilaksanakan pada senin malam (21/06) itu diikuti oleh 8 tim yang semua pesertanya adalah santri madrasah diniyah Durrotu Aswaja. dalam lomba tersebut ada 3 aspek penilaian, yang pertama ketepatan membaca, yang kedua analisis nahwu dan shorof dan yang terakhir peserta harus bisa menjelaskan isi dari kitab yang dibacanya. Dewan juri yang merupakan tim asatidz mengaku tidak gampang memberikan nilai, karena hampir semua peserta tampil dengan baik, “wah kalau kayak gini yang bingung jurinya, pesertanya tampil bagus semua, jadi sulit memutuskan juaranya” komentar mbak Rohmah yang merupakan salah satu dewan juri.
Diadakannya lomba ini berkaitan dengan keinginan madin aswaja, supaya semua santri bisa membaca kitab sebagai aplikasi apa yang sudah dipelajari di kelas. Antusiasme para peserta disambut antusias dari para dewan juri dengan tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan isi kitab yang dibacanya. Meski terkadang para peserta belum bisa menjawab dengan baik, seperti yang diutarakan salah satu peserta dari kelas 1, “ tadi tim saya mendapat pertanyaan yang menurut kami sulit, karena kami memang benar-benar gak tahu masalah yang ditanyakan itu bab apa, jadi pesimis karena kami kesulitan menjawab” tuturnya ketika selesai tampil. Meskipun demikian hal itu tidak mengurangi kemeriahan lomba. Karena para supporter tak henti-hentinya memberikan semangat untuk para peserta dengan yel-yel kelas masing-masing, sampai mendapat teguran dari tetangga sekitar pondok saking ramainya.
Hasil lomba diumumkan pada penutupan porsiantri (27/06), sebagai juara 1 adalah tim dari kelas ……….disusul juara berikutnya adalah……………(dian)

Minggu, 20 Juni 2010

BOBROK

"Bobrok..." ungkap Reni lemas ketika tiba di depan rumahnya. Setelah berjam-jam menempuh perjalanan Yogya Semarang, iapun sampai di tempat yang tak ingin lagi disinggahinya itu. Dengan langkah gontai Reni memasuki pelataran rumahnya. Disana ia bermain ayunan bersama ibunya. Berlarian bersama ayahnya.
"Sungguh bobrok..." sekali lagi ia menguatkan pernyataannya seraya menggeleng-gelengkan kepala.
Ungkapan itu sering ia katakan setiap kali ia melihat rumahnya. Bukan karena bentuk fisiknya yang reot, bukan karena kondisinya yang seperti sarang laba-laba. Rumahnya berdiri sangat kokoh dan sama sekali tidak ada tanda-tanda akan roboh. Rumahnya juga bersih terawat setiap hari, bahkan didesain oleh arsitek terkemuka. Rumahnya terbilang sempurna. Tetapi kata bobrok itu adalah kata yang menurut Reni pantas untuk menyebut rumahnya.
Setelah kepergian ibunya dua tahun yang lalu jalan hidupnya telah melenceng dari skenario yang telah digariskan oleh Tuhan. Roda kehidupan terus berputar, musimpun telah berganti. Tuhan telah mengambil ibunya terlebih dahulu. Tidak ada lagi kasih sayang seorang ibu apalagi seorang ayah. Ayahnya jadi sering pulang malam dalam keadaan mabuk bahkan membawa perempuan ke rumah. Reni sebagai anak tertua selalu menegur ayahnya tetapi selalu saja berahir dengan pertengkaran. Pepatah mengatakan "Rumahku Surgaku" tetapi bagi Reni pepatah itu sudah direvisi menjadi rumahku nerakaku.
Keburukan ayahnya mereda setelah menikahinya. Perempuan yang pernah mengumpat mencari ayahnya untuk meminta pertanggungjawaban. Perempuan itulah yang telah merenggut seluruh cinta ayahnya. Sikapnya tak lagi penyayang seperti ketika masih bersama istrinya yang dulu. Reni menjadi tidak betah berlama-lama bersama mereka. Sering kali ia pulang malam. Memberontak. Berbeda dengan Rani, adik satu-satunya yang Umurnya hanya selisih satu tahun dengan Re. Ia sangat penurut.

***
Hari ini Reni kembali ke rumah ini, tempat yang dulu menjadi buku hariannya selama tujuh belas tahun. tempat yang mengajarkannya banyak hal. Dari kebahagiaan hingga kesedihan. Semua itu ia jadikan sebagai bekal hidupnya. Hidup yang ia pilih bersama sepi tanpa kasih sayang. Hidup yang sempat ditentang oleh ayahnya.
"Untuk apa jauh-jauh ke Yogya di Semarang juga banyak universitas yang bagus dan berkualitas," tiba-tiba Re teringat kembali protes ayahnya saat Re mengutarakan keinginannya untuk kuliah di Yogya.
"Tapi Re pengennya di Yogya !" suaranya meninggi. "Tidak betah di Semarang," lanjutnya dengan nada yang sangat sinis.
Tanpa menunggu apa yang akan dikatakan ayahnya Re langsung melenggang pergi.
"Reeee..." teriak Rani setelah melihat kakak satu-satunya tiba-tiba sudah ada di depan pintu rumah. Ia langsung menghambur memeluknya. Rani tidak sabar lagi ingin seperti dulu. Saling bercerita, berbagi pendapat dan berkeluh kesah tentang hidup mereka sekarang. setelah setahun lebih dipisahkan oleh jarak antara semarang Yogya.
"Capek banget Ran," Reni menghempaskan tubuhnya di sofa panjang. Seperti yang ia lakukan dulu setelah pulang sekolah dan selalu ada yang bisa mengusir rasa capek, ibunya selalu membuatkan jus alpukat kesukaannya. Lalu sekarang.
"Dimana perempuan itu Ran ?" Re mengingatnya.
Rani hanya mengangkat bahunya tidak tahu. "Buat Rani mana Ren ?" katanya sambil membongkar tas kakaknya.
"Ayah ?" tanya Re lagi.
"Ayah marah-marah Re, kamu sih nggak pulang-pulang."
"kenapa kangen ya ?" jawab Re datar "Apa benar ayahnya kangen ?" gumamnya dalam hati.
"Siapa juga yang kangen sama kamu. sebulan yang lalu ayah kedatangan tamu."
"Maksudmu datang bulan ?" mereka sama-sama tertawa. Sudah lama mereka tidak sebahagia ini.
"Tamu itu bakal jadi kakak iparmu Ran." sela ayah mereka yang sudah ada di dekat mereka. Tawa mereka serentak berhenti.
"kakak iparku ?" tanya Rani kaget.
"Maksud ayah apa ?" tanya Re tak kalah kagetnya. Reni berdiri menahan marah.
"Bosnya ayah melamar kamu untuk anaknya," jawab ayahnya tenang.
"Jadi karena ini ayah nyuruh Reni pulang ? Kenapa tidak bilang dulu sama Reni ?" Reni kesal. "Tidak Reni tidak mau." Reni berbalik dan membanting pintu kamarnya yang bersebalahan dengan ruang tamu.

***

Pagi-pagi sekali Reni mengemasi barang-barang bawaan yang sama sekali tidak disentuhnya sejak kemarin. Reni berniat akan kembali ke Yogya. Sebelumnya Re berharap pulang akan melihat keadaan yang dulu akan berubah, ternyata tidak. Reni malah menemui kekecewaan yang ditimbulkan oleh ayahnya.
"Mau kemana kamu Re ?" tanya ayahnya setengah membentak.
"Pulang," jawabnya.
"Pulang kemana ini rumahmu."
"Rumah Re di Yogya, Re akan balik kesana. Re kesini cuma buang-buang waktu saja." sahut Re kesal.
"Jangan kurang ajar sama ayah Re."
"Re tidak bermaksud kurang ajar sama ayah tapi Re cuma ingin dihargai disini. Re pengen kuliah sampai selasai," Re gusar dan pergi dari rumah meninggalkan ayahnya yang masih mematung di depan pintu kamarnya.
Re berlari ke jalan untuk mencari kendaraan yang bisa membawanya pergi dari rumahnya. Sekuat tenaga ia berlari seakan-akan dikejar ayahnya. Memang benar ayahnya mengejarnya tapi hanya sampai di pintu depan.
"Ingat Re akan ada pesta besar-besaran menantimu disini," teriakan ayahnya masih didengar Re yang baru saja masuk ke dalam taksi.
Malam ini Reni memandangi langit yang terlihat begitu megah dengan indahnya senyuman sang rembulan. Sayangnya senyuman Reni kini tak lagi seindah senyuman sang raja malam disana. Yang menampakkan cahayanya begitu transparan dan mampu menelanjangi setiap mata yang melihatnya. Tetapi tidak untuk mata Reni. Melihat keindahan malam ini, matanya langsung dihujani oleh air mata. Membayangkan tak ada lagi keindahan malam seperti malam ini. "Pesta ?" sepenggal suara ayahnya terngiang kembali. Sungguh-sungguhkah ayah ? Pikirnya dalam hati. Kuliahku bagaimana kalau aku bakal jadi seorang istri ? Memang pemikiran orang terdahulu yang tidak lagi mengerti betapa pentingnya pendidikan di zaman sekarang. Ayahnya hanya lulusan SMA yang kini hanya jadi tangan kanan Hartoyo, direktur perusahaan yang sangat otoriter. Apa yang diinginkan harus dicapainya. Menikahkan anaknya dengan anak seorang pembantu memang bukan keinginannya, melainkan keinginan ayah Reni, yang tidak lain karena tergiur dengan apa yang dimiliki bosnya. Hartoyo marah kemudian menggebrak mejanya dengan sengit "kau menghinaku ?"
"Atau aku akan melaporkanmu pada semua relasimu ?" ancamnya ketika permintaannya ditolak.
Harta memang sudah membutakan seseorang. Hartoyo tern'yata salah telah memilihnya sebagai orang kepercayaan. Orang yang telah tahu kelicikannya menjalankan suksesnya bisnis yang telah digeluti selama bertahun-tahun. Akhirnya dituruti saja kemauannya untuk mempertahankan kesuksesannya itu. Sedangkan Randy, lelaki yang akan dinikahkan dengan Re hanya mengangguk layaknya kerbau yang dicocok hidungnya. Karena memang Reni yang cantik membuat siapa saja akan tertarik kepadanya. Randypun juga tampan. Dan dengan ketampanan itulah yang selalu dijadikan Ayahnya alasan untuk mengiming-imingi Reni.
"Kamu akan menyesal Re anaknya tampan lho" bujuk ayahnya ketika Reni mengunjungi rumahnya minggu lalu.
"Re tidak tertarik, " tolak Reni.
"Kamu tidak boleh menolak," tegas ayahnya.
"Re masih pengen kuliah yah."
"Re Re kamu kuliah mau jadi apa ? Kamu itu perempuan Re ujung-ujungnya juga di dapur melayani suami."
"Pokoknya Re tidak mau, titik," Reni ngotot menolak untuk dinikahkan.
Seminggu sebelum acara pernikahannya. Ayahnya sudah berkali-kali menyuruhnya pulang tapi ia sama sekali tidak menanggapi perintah itu. Hingga suatu hari ketika Re berada di kampusnya ada mobil mewah yang tengah menghadangnya. Dari luar terlihat bukan orang sembarangan siapa yang ada di dalamnya. Pasti orang-orang yang terbiasa duduk di belakang meja DPR, pikirnya. Pintu terbuka dan seorang lelaki yang tampak berwibawa keluar dari sana.
"Hai Re senang bertemu denganmu," lelaki itu mengulurkan tangannya. Lalu pintu keduapun terbuka.
"Ayah ?" seru Re tampak kaget melihat ayahnya turut keluar dari mobil itu juga. ***
Pintu gerbang terbuka, berdiri di sana mak Sum yang biasa mengurus kebutuhan anak-anak kos. Randy menghentikan mobilnya tepat di depan tempat kos Reni. Pintu mobil belakang terbuka.
"Re," panggil ayahnya sebelum ia turun dari mobil itu.
"Iya yah," sahutnya antusias.
"Kemasi barang-barang kamu dan kembali lagi kesini."
"Maksud ayah ?"
"Kita pulang."
"Re tidak mau."
"Pokoknya yah tidak ada acara pernikahan tidak ada pesta buat Re, Re mau tetap kuliah di sini." jawab Re mantap.
"Jangan membantah kamu Re ayo cepat kamasi barang kamu dan kembali ke sini kita pulang," kata ayah Re sambil berteriak setelah melihat Re meninggalkan mereka.
Rapat-rapat Re mengunci kamarnya. membiarkan ayahnya pulang bersama Randy. Di belakang pintu kamarnya, Reni menekuk lutut dan sesenggukan menahan tangis. Ia berpikir untuk menggagalkan rencana ayahnya itu. Pernikahan itu tidak boleh terjadi. Tetapi acara itu sudah semakin dekat dan ayahnya telah mempersiapkan segalanya. Reni tidak punya cara lain. Reni menghilang ke suatu tempat karena ia yakin pasti ayahnya akan kembali untuk mencarinya. Dan hari itu semakin dekat. Dua hari sebelum pernikahannya ayahnya memang mencari Reni ke tempat kosnya juga ke kampus Renipun tidak ada di sana. Tepat di hari pernikahannya Reni tetap tidak muncul juga. Ayahnya sangat panik. Begitu pula Randy juga tak kalah cemasnya karena pengantinnya belum juga datang.Berbeda dengan Hartoyo ia merasa puas melihat kepanikan cukongnya itu. Ia tidak sudi berbesanan dengannya. Rani, adiknya juga berusaha menelepon nomor HP Reni hingga berkali-kali tidak juga aktiv. Ketika Rani sudah putus asa tiba-tiba teleponnya berbunyi.
"Ran aku tidak bisa datang," suara Re di seberang sana.
Rani langsung berteriak menyebut nama kakaknya ketika mendengar suara Re. Semua yang ada di dekat Rani menghentikan apa saja yang mereka kerjakan. Begitu juga dengan ayahnya, kecemasan langsung hilang seketika nama Reni disebut-sebut oleh Rani. Dengan tidak sabar ayahnya mengambil telepon yang tengah dipegang oleh Rani.
"Re kamu di mana semua orang sudah menunggumu di sini. Acara akan segera dimulai." kata ayahnya gugup.
"Maaf yah aku tidak bisa," putusnya setelah lama ia menimbang-nimbang.
"Tidak ada cara lain Re," katanya lemas. "Kalau lima jam lagi kamu tidak pulang acara ini akan tetap ayah lanjutkan dan adikmu yang akan menggantikan posisimu," ayahnya mengancam.
"Rani ?" Reni masih melongo kaget.
Terdengar bunyi tut tut tut telepon telah terputus. Percuma saja Reni berteriak memanggil nama ayahnya. "Kenapa harus Rani yah batalkan saja pernikahannya kalau Reni tidak mau," sanggah Rani.
"Ayah bisa malu kalau acara ini dibatalkan Ran, dan jalan satu-satunya hanya kamu yang menggantikan jika kakakmu tidak juga datang," jelas ayahnya.
"Menurut ayah Rani mau gitu?" tanyanya sengit.
"Jangan seperti Reni kamu Ran." suara ayahnya meninggi.
"Jangan korbankan Rani yah," seru Reni yang tiba-tiba sudah ada di belakang mereka. semua yang ada di tempat itu kaget melihatnya. Ayahnya mendesak agar acaranya cepat di laksanakan takut jika Reni akan kabur lagi.
"Re kesini tidak untuk menikah yah. Re tidak ingin melihat Rani menjadi korban kerakusan ayah sama harta."
"Apa katamu ?" bentak ayahnya seraya melayangkan tangannya ke pipi Re.
"Ayah." Rani menghela ayahnya. Ia tidak mau ayahnya akan lebih marah dan terjadi pukulan yang berikutnya terhadap Reni. Ayahnya memberontak dan keduanya saling beradu pendapat.
"Iya iya Rani mau," akhirnya Rani menengahi perdebatan keduanya. "Tapi dengan satu syarat," lanjutnya.
"Ran kamu gila apa?" sergah Reni.
"Apa syaratnya Ran?" tanya ayahnya semangat.
"Jika Re benar-benar tidak mau dan ayah maunya Rani, Rani punya satu syarat buat Re. semua yang sebelumnya diberikan ibu harus menjadi milik Rani tanpa terkecuali," ancam Rani. Ia sama sekali tidak bermaksud demikian tetapi ia hanya mengancam agar Reni mengubah keputusannya. Dan ternyata Reni tidak mengubah keputusannya. Ia malah membenci adiknya karena dianggapnya Rani sama saja dengan ayahnya yang gila akan harta.
"Ambil saja semuanya Ran aku tidak menginginkannya. Jika kamu pikir aku mau menikah dengan dia karena kamu mengancamku seperti itu kamu salah. Baik Ran selamat berbahagia dengan lelaki pilihan ayah. Aku akan balik ke Yogya. Selamat tinggal Ran. Ayah."
Reni kembali tanpa membawa apapun. Ia meninggalkan Rani bersama ayahnya. Membiarkan Rani dipersunting oleh Randy yang sama sekali tidak diketahui bagaimana kelakuannya. Reni kembali meneruskan kuliahnya dengan biayanya sendiri. Ia tidak lagi menemui keluarganya.
***
Rani tidak bisa bekerja, sekarang menjadi janda muda yang tak terurus. Seminggu setelah pernikahannya dengan Randy ia diceraikan. Sedangkan ayahnya di PHK dari perusahaan.

Nur hidayah

Minggu, 13 Juni 2010

artikel by Kg.Anas ASa

BENARKAH KAPAL NABI NUH?

Awal bulan mei 2010 lalu, kelompok gabungan peneliti Cina, Hongkong, dan Turki merilis sebuah video yang berisi gambar para peneliti memasuki sebuah goa di kaki gunung Ararat Turki, yang di dalam goa tersebut semua dindingnya terbuat dari bahan kayu. Diduga usia kayu itu berkisar sekitar 100.000 tahun. Penelitian ini merupakan tindak lanjut dari dugaan-dugaan bahwa di kaki gunung Ararat tersebut terdapat artefak kapal.
Seperti kabar yang pernah dirilis oleh peneliti dari Kerajaan Turki tahun 1883, Kaisar Rusia tahun 1917, dan satelit Amerika Bolsey Taylor tahu 1995. Memberikan gambaran (foto-foto) mengenai adanya sebuah gumpalan mirip perahu atau kapal yang berada di kaki gunung Ararat. Gumpalan itulah yang diduga kuat The Great of Noah Ark (Kapal Nabi Nuh). Sehingga hasil penemuan dari peneliti Cina, Hongkong dan Turki ini menguatkan bahwa penemuan itu adalah benar dimungkinkan The Great of Noah Ark.
Sebagai orang Islam tentu kita meyakini kisah dari Nabi Nuh, kapalnya, dan bencana banjir besarnya. Hal ini diterangkan di dalam Al qur’an surat Hud ayat 37, Allah SWT befirman “Dan buatlah kapal itu dengan pengawasan petunjuk wahyu kami, dan janganlah engkau bicarakan dengan aku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan”. Kemudian mengenai banjir dijelaskan dalam Surat Hud ayat 40, “Hingga apabila perintah kami datang dan tanur telah memancarkan air, kami (Allah SWT) berfirman, ‘muatkanlah ke dalamnya (kapal itu) dari masing-masing (hewan) sepasang (jantan dan betina), dan (juga) keluargamu (Nuh) kecuali orang yang telah terkena ketetapan terdahulu dan (muatkan pula) orang yang beriman’. Ternyata orang-orang yang beriman yang bersama Nuh hanya sedikit”. Untuk kisah lengkapnya dapat dibaca di Surat Nuh dan sebagian surat Hud.
Tentu tidak ada keraguan bagi kita umat islam untuk meyakini dari kisah Nabi Nuh. Namun kisah yang telah ribuan tahun lalu terjadi kini disuguhkan kembali kepada kita dengan berupa penemuan sebuah artefak kapal yang sampai saat ini para peneliti tersebut sangat berkeyakinan bahwa itu adalah The Great of Noah Ark. Boleh percaya atau tidak kita terhadap penemuan dan klaim tersebut, kita umat islam harus tetap mengapresiasi hasil penelitian tersebut. Kita boleh saja tidak percaya dengan penemuan itu dengan berbagai macam pendapat. Namun setidaknya jika kita percayapun bukanlah sebuah kerugian bagi kita.
Jika benar artefak itu adalah The Great of Noah Ark maka suatu bukti kemahabesaran Allah SWT. Karena Ke Agungan Allah SWT Kita diberi kesempatan melihat bagaimana sisa-sisa dari kapal seorang nabi ulul azmi, nabi Nuh as. Dimana seorang nabi yang diberikan cobaan begitu besar dengan tidak pada beriman-imanya kaum bani Rasib (kaum nabi Nuh) padahal telah didakwahi selama 500 tahun. Dari sekian ribu kaum bani Rasib hanya beberapa glintir orang yang mau beriman. Hal inilah yang membuat sedih nabi Nuh sehingga mendoakan kaumnya yang tidak beriman untuk dimusnahkan dari muka bumi. Seperti yang tercantum dalah Surat Nuh ayat 26 yang artinya “Dan Nuh berkata ”Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi”. Tidak hanya percaya pada kisah nabi nuh nya, kalau kita sudah melihat beberapa foto-foto dan videonya kita akan kagum dengan The Great of Noah Ark ini. Sebab sulit untuk kita percayai pada masa nabi Nuh telah mampu membuat teknologi kapal yang begitu besar dan modern. Tentu jika kita tidak memiliki keimanan kita tidak akan meyakini keberadaan kapal tersebut.
Kalaupun penemuan The Great of Noah Ark bukan sebuah kebenaran, hal ini masih menjadi bukti ke Maha Besaraan Allah SWT dengan segala rahasia Nya. Dengan segala Ke Maha Pengetahun Nya, rahasia keberadaan kapal nabi Nuh belum bisa diungkap tentu menyimpan rahasia-rahasia besar dan mungkin sulit dicerna oleh pengetahuan manusia biasa. Hal ini menandakan bahwa manusia itu makhluk yang masih lemah dan hanya sedikit kecerdasan yang dimiliki. Sehingga tidak layak untuk menyombongkan diri dengan keilmuan yang dimiliki.
Percaya atau tidak dengan penemuan The Great of Noah Ark ini jangan lantas kita jadikan sebagai pemikiran dangkal yang dapat membuat perpecahan di kalangan kita, terutama sesama kalangan umat islam. Percaya atau tidak itu adalah hak masing-masing dan keyakinan masing-masing. Namun hal penting yang harus kita yakini adalah, bahwa ilmu pengetahuan yang dapat kita serap hanya secuil dari apa yang telah Allah SWT berikan. Sehingga jangan cepat berpuas dirilah kamu dalam mencari ilmu. Penemuan artefak kapal ini hanya sebagian kecil dari tanda-tanda kemahabesaran Allah. Dan jika mau mengetahui lebih dalam mengenai artefak kapal ini, maka carilah keteranga itu dengan ilmu yang kau punyai. Jadi, benarkah itu kapal nabi Nuh? Wallahu a’lam bishowabi. (by AsA).

Analisis Santri by Dian Afrianti

KESUKARAN ITU MENARIK KEMUDAHAN
Oleh Dian A

Salah satu dari qaidah ushul fiqih disebutkan bahwa “kesukaran itu mendatangkan kemudahan”.
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-baqarah 185
Artinya:” Allah menghendaki kelonggaran bagimu dan tidak menghendaki kesempitan bagimu”
(al-baqarah: 185)
Dalam kaitannya dengan hal ini imam Syafi’i pernah memberikan jawaban sesuai dengan qaidah ini atas tiga pertanyaan yang berbeda-beda
1. Bagaimana status hukum seorang wanita yang tanpa wali bepergian diantar oleh laki-laki yang bukan muhrimnya. Dengan spontan beliau menjawab: “idza dhoqol-amru ittasa’a.”
2. Jawaban serupa juga diberikan kepada seseorang yang menanyakanbejana yang di buat dari tanah liat yang bercampur dengan najis apakah dapat dipakai sebagai tempat air wudlu atau tidak.
3. Tentang seekor lalat yang baru saja mendekap di kotoran. Lalu terbang dan hinggap di pakaian. Beliau menjawab: tidak mengapa jika waktu terbangnya memungkinkan kedua kakinya menjadi kering karenanya.
Dari kaidah ini menjadi sumber adanya bermacam-macam rukhsah (kemurahan) dalam melaksanakan syariat.
Contohnya:
1. Kesulitan seseorang menjalankan sholat dengan berdiri, memberikan padanya keringanan untuk duduk. Bila keringanan ini masih dirasa berat maka boleh dilakukan dengan berbaring. Dan bila keringanan itu masih merupakan keberatan keberatan, ia diizinkan sholat dengan mengerdipkan mata saja.
2. Bila seseorang sulit menghindari najis darah nyamuk yang melekat pada pakaiannya atau percikan air di jalanan akibat hujan yang memercik pada celanaya, maka ia di maafkan sholat dengan pakaian tersebut.
3. Diperkenankan bertatap muka dengan wanita yang bukan muhrimnya dalam keperluan melamar, memberikan pelajaran, persaksian, pengobatan dan lain sebagainya. Sebab akan menjadi kesulitan perbuatan tersebut dilakukan dengan tanpa bertatap muka.
4. Orang yang akan meninggal dunia diperkenankan mewsasiatkan seprtiga harta peninggalannya kepada siapa saja yang dikehendakinya untuk menambah amal taqarrubnya. Andaikata ia tidak diberi batasan maksimal sepertiga harta peninggalannya, maka hal itu akan menimbulkan kesulitan ekonomi bagi ahli waris yang berhak menerimanya. Apalagi kalau mereka sangat membutuhkannya.


Sebab-sebab timbulnya keringanan
Setelah mengadakan penelitian secara mendalam para ulama ahli ushul menemukan sebab-sebab timbulnya keringanan itu, yakni:
a. Bepergian
b. Sakit
c. Terpaksa
d. Lupa
e. Kebodohan
f. Kurang mampu
g. Kesukaran umum
Kaidah-kaidah yang berkaitan dengan kemurahan
Ada dua macam kaidah yang erat hubungannya dengan kemurahan,
1. Rukhsah-rukhsah itu tidak boleh dihubungkan dengan kemaksiatan
Mengerjakan maksiat dilarang oleh syariat. Tuntunan itu sangat kuat sehingga hampir tidak ada jalan untuk memperingankannya. Padahal keringanan itu sendiri pada hakikatnya adalah suatu kelonggaran dalam menjalankan perintah syariat. Karena itu tidak logis jika dalam mengerjakan maksiat diberi kelonggaran demi tercapainya suatu kemaksiatan yang justru harus dihindarinya.
Orang yang sedang bepergian untuk merampok atau mencuri, sekalipun jarak perjalanannya sudah memenuhi syarat diperkenankannya rukhsah, maka tidaklah diperkenankan kemurahan-kemurahan dalam bepergian
Bepergian untuk maksiat berbeda dengan maksiat dalam bepergian. Seorang istri pergi karena purik (nusuz) dari suaminya atau seseorang yang pergi untuk membunuh kawannya adalah bepergian untuk maksiat. Selama kepergiannya bersifat semacam itu , ia dilarang menjalankan rukhsah. Sedangkan jika seseorang bepergian mubah, kemudian dalam perjalanan itu ia melakukan maksiat, maka ia dikatakan menjalankan maksiat di dalam bepergian. Karena itu ia diperbolehkan melekukan rukhsoh bepergian.
2. Rukhsah-rukhsah itu tidak disangkutpautkan dengan keraguan
Misalnya, apabila seseorang raguapakah kepergiannya itutelah memenuhi syarat untuk menqashar sholat atau belum, maka ia harus menjalankan sholat secara sempurna, tidak boleh menqasharnya. Sebab menurut asalnya ia harus menyempurnakan sholat. Sedang qashar itu diperbolehkan apabila telah memenuhi syarat-syaratnya. Padahal syarat-syarat tersebut diragukannya.
Wallahu a’lam bisshowab....

Sumber: Dasar-dasar pembinaan hukum fiqih islami, ushul fiqih