From Hardrock To Hadroh
Menanggapi era permusikan yang semakin menggila dalam memberikan pengaruh terhadap gaya hidup masyarakat kita. Agama islam ikut tampil meramaikan dunia permusikan itu namun tidak keluar dalam tujuan utama yakni mendakwahkan Islam. Selain nasiyd yang sangat lama dikenal dalam masyarak kita seni musiknya adalah rebana. Dimana yang tren ini sedang dipakai salah satu Habibullah cucu dari Rasulallah SAW Habib Syech Abdul Qodir Assegaf sebagai media dakwahnya melalui Jam’iyyah Ahbabul Mustofa yang berpusat di Kota Solo. Alunan musik, lirik, dan variasi nada-nada teplakan rebana yang tidak kalah modern dengan musik-musik zaman sekarang membuat musik rebana ini semakin digemari bahkan digandrungi dibeberapa wilayah seperti Kudus, Pati, Jepara, Wonosobo dan beberapa daerah lainnya.
Merespon baik apa yang telah dilakukan Habib Syech dengan Jam’iyyah Ahbabul Mustofa, nampaknya Pondok Durrtotu Aswaja juga bisa menggunakan media jam’iyyah rebana hadroh sebagai media dakwah Islam. Seperti yang telah di utarakan Abah Yai Masyrokhan pada latihan hari Jum’at, (10/12) kemarin di Aula putra, bahwa pondok Aswaja juga perlu membuat Jam’iyyah Rebana Hadroh yang digunakan sebagai alat syi’ar Islam di zaman serba musik ini. Melalui jam’iyyah itu kita bisa memperkenalkan apa itu shalawat, apa saja manfaat shalawat, apa indahnya shalawat. Dengan mengkolaborasikan rebana dengan alat-alat musik pendukung lain, diharapkan mampu memberikan nada-nada yang lebih variatif agar semakin memberikan ketertarikan terhadap masyarakat kita.
Tentu harapan yang demikian itu bukanlah suatu hal yang musykil dilakukan namun juga bukan hal yang mudah untuk dijalankan. Setidaknya apa yang telah menjadi harapan dari seorang Maha Guru (Abah Yai Masyrokhan) bisa melecut semangat kita –yang mencintai musik rebana hadroh utamanya- untuk merelasiasikan hal itu. Nampaknya perlu ada semacara tim khusus untuk membuat rancangan rencana pembentukan Jam’yyai ini. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana memadu padankan semangat para santri pondok pesantren aswaja agar memiliki semangat luar biasa dalam usaha mendakwahkan Islam melalui media rebana hadroh. Islam itu indah dan menyukai setiap keindahan, dan musi rebana adalah keindahan jika kita bisa memainkan dengan baik dan benar. Mari kita bersama-sama menghadapi dunia serba musik ini dengan keindahan musik Islami kita. Mari kita bawa yang dulunya suka ke hardrock untuk berganti ke hadroh. Mari kita dakwahkan bersama.... (by;@s@)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar