Kamis, 05 Agustus 2010
artikel
KEMANA ETIKA BERBUSANA BANGSA YANG DULU?
Tak dapat dielakkan lagi, sudah ribuan bahkan mungkin tak dapat dihitung lagi masalah-masalah yang sudah banyak terjadi dan mengguncang negeri ini, negeri Indonesia sehingga bangsa yang semula sangat menjunjung tinggi etika dan moral menjadi bangsa yang hampir kehilangan bagaimana beretika. Dan masalah yang timbul juga tidaka hanya disebabkan oleh beberapa faktor saja, namun banyak pula. Lalu siapa yang akan disalahkan? Dengan rentetan kejadian-kajadian yang menimpa bangsa ini harusnya menjadi pelajaran bagi kita semua, bagaimana langkah yang harus diambil untuk menyelamatkan moral bangsa yang sudah separah ini.
Jika kita menengok lagi bagaimana kodisi bangsa Indonesia sekarang ini, dari sudut pandang berbusana saja misalnya kita akan tahu bagaimana Indonesia saat ini. Lihat saja para public figure kita, khususnya yang beragama islam, hampir semuanya yang sudah tidak mengindahkan lagi bagaimana etika berbusana bangsa Indonesia yang sebenarnya. Berpakain serba mini, tidak menutupi aurat yang seharusnya ditutupi adalah bukan pemandangan yang langka lagi bagi kita. Hal ini telah dianggap sebagai hal yang umum dan biasa yang lebih parah lagi berbusana seperti itu dianggap pantas, wajar dan bahkan seperti tidak menyalahi etika berbusana bangsa Indonesia.
Adat berbusana seperti diatas seharusnya tidak perlu dilestarikan dan disuburkan apalagi kita-negara Indonesia adalah negara yang memiliki umat islam terbesar di dunia, harusnya menjadi mercusuar bagi umat islam khususnya dalam mencerminkan nilai-nilai akhlaq islam itu sendiri. Kita sebagai umat muslim harus tahu, untuk apa Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia? adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Untuk itu seyogyanya kita meneladani tingkah laku dan perbuatan beliau.
Pengaruh diatas ( cara berbusana) tidak disangkal memang diakibatkan oleh globalisasi. Untuk itu untuk menghadapinya juga harus diimbangi dengan IMTAQ ( Iman dan Taqwa ) dengan tujuan agar kita tetap menjadi bangsa yang istiqomah menjunjung tinggi nilai-nilai moral bangsa khususnya dalam etika berbusana. Lebih dikhususkan lagi etika berbusana itu ditujukan kepada kaum wanita. Ada sebuah hadist yang menerangkan bahwa: “wanita adalah tiang negara”. Dari hadist tersebut dapat ditarik benang merah: apa jadinya sebuah Negara, islam khususnya jika para wanitanya bertingkah laku yang tidak mencerminkan akhlaq terpuji, malah justru sebaliknya. Jika di Malaysia diberlakukan undang-undang yang menyatakan bahwa wanita yang mengenakan rok mini akan didenda sekitar 2,5 juta, apa salahnya kalau undang-undang tersebut juga diberlakukan di Indonesia. (Oleh : Muthohharoh )
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar