Minggu, 13 Juni 2010

artikel by Kg.Anas ASa

BENARKAH KAPAL NABI NUH?

Awal bulan mei 2010 lalu, kelompok gabungan peneliti Cina, Hongkong, dan Turki merilis sebuah video yang berisi gambar para peneliti memasuki sebuah goa di kaki gunung Ararat Turki, yang di dalam goa tersebut semua dindingnya terbuat dari bahan kayu. Diduga usia kayu itu berkisar sekitar 100.000 tahun. Penelitian ini merupakan tindak lanjut dari dugaan-dugaan bahwa di kaki gunung Ararat tersebut terdapat artefak kapal.
Seperti kabar yang pernah dirilis oleh peneliti dari Kerajaan Turki tahun 1883, Kaisar Rusia tahun 1917, dan satelit Amerika Bolsey Taylor tahu 1995. Memberikan gambaran (foto-foto) mengenai adanya sebuah gumpalan mirip perahu atau kapal yang berada di kaki gunung Ararat. Gumpalan itulah yang diduga kuat The Great of Noah Ark (Kapal Nabi Nuh). Sehingga hasil penemuan dari peneliti Cina, Hongkong dan Turki ini menguatkan bahwa penemuan itu adalah benar dimungkinkan The Great of Noah Ark.
Sebagai orang Islam tentu kita meyakini kisah dari Nabi Nuh, kapalnya, dan bencana banjir besarnya. Hal ini diterangkan di dalam Al qur’an surat Hud ayat 37, Allah SWT befirman “Dan buatlah kapal itu dengan pengawasan petunjuk wahyu kami, dan janganlah engkau bicarakan dengan aku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan”. Kemudian mengenai banjir dijelaskan dalam Surat Hud ayat 40, “Hingga apabila perintah kami datang dan tanur telah memancarkan air, kami (Allah SWT) berfirman, ‘muatkanlah ke dalamnya (kapal itu) dari masing-masing (hewan) sepasang (jantan dan betina), dan (juga) keluargamu (Nuh) kecuali orang yang telah terkena ketetapan terdahulu dan (muatkan pula) orang yang beriman’. Ternyata orang-orang yang beriman yang bersama Nuh hanya sedikit”. Untuk kisah lengkapnya dapat dibaca di Surat Nuh dan sebagian surat Hud.
Tentu tidak ada keraguan bagi kita umat islam untuk meyakini dari kisah Nabi Nuh. Namun kisah yang telah ribuan tahun lalu terjadi kini disuguhkan kembali kepada kita dengan berupa penemuan sebuah artefak kapal yang sampai saat ini para peneliti tersebut sangat berkeyakinan bahwa itu adalah The Great of Noah Ark. Boleh percaya atau tidak kita terhadap penemuan dan klaim tersebut, kita umat islam harus tetap mengapresiasi hasil penelitian tersebut. Kita boleh saja tidak percaya dengan penemuan itu dengan berbagai macam pendapat. Namun setidaknya jika kita percayapun bukanlah sebuah kerugian bagi kita.
Jika benar artefak itu adalah The Great of Noah Ark maka suatu bukti kemahabesaran Allah SWT. Karena Ke Agungan Allah SWT Kita diberi kesempatan melihat bagaimana sisa-sisa dari kapal seorang nabi ulul azmi, nabi Nuh as. Dimana seorang nabi yang diberikan cobaan begitu besar dengan tidak pada beriman-imanya kaum bani Rasib (kaum nabi Nuh) padahal telah didakwahi selama 500 tahun. Dari sekian ribu kaum bani Rasib hanya beberapa glintir orang yang mau beriman. Hal inilah yang membuat sedih nabi Nuh sehingga mendoakan kaumnya yang tidak beriman untuk dimusnahkan dari muka bumi. Seperti yang tercantum dalah Surat Nuh ayat 26 yang artinya “Dan Nuh berkata ”Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi”. Tidak hanya percaya pada kisah nabi nuh nya, kalau kita sudah melihat beberapa foto-foto dan videonya kita akan kagum dengan The Great of Noah Ark ini. Sebab sulit untuk kita percayai pada masa nabi Nuh telah mampu membuat teknologi kapal yang begitu besar dan modern. Tentu jika kita tidak memiliki keimanan kita tidak akan meyakini keberadaan kapal tersebut.
Kalaupun penemuan The Great of Noah Ark bukan sebuah kebenaran, hal ini masih menjadi bukti ke Maha Besaraan Allah SWT dengan segala rahasia Nya. Dengan segala Ke Maha Pengetahun Nya, rahasia keberadaan kapal nabi Nuh belum bisa diungkap tentu menyimpan rahasia-rahasia besar dan mungkin sulit dicerna oleh pengetahuan manusia biasa. Hal ini menandakan bahwa manusia itu makhluk yang masih lemah dan hanya sedikit kecerdasan yang dimiliki. Sehingga tidak layak untuk menyombongkan diri dengan keilmuan yang dimiliki.
Percaya atau tidak dengan penemuan The Great of Noah Ark ini jangan lantas kita jadikan sebagai pemikiran dangkal yang dapat membuat perpecahan di kalangan kita, terutama sesama kalangan umat islam. Percaya atau tidak itu adalah hak masing-masing dan keyakinan masing-masing. Namun hal penting yang harus kita yakini adalah, bahwa ilmu pengetahuan yang dapat kita serap hanya secuil dari apa yang telah Allah SWT berikan. Sehingga jangan cepat berpuas dirilah kamu dalam mencari ilmu. Penemuan artefak kapal ini hanya sebagian kecil dari tanda-tanda kemahabesaran Allah. Dan jika mau mengetahui lebih dalam mengenai artefak kapal ini, maka carilah keteranga itu dengan ilmu yang kau punyai. Jadi, benarkah itu kapal nabi Nuh? Wallahu a’lam bishowabi. (by AsA).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar