Rabu, 03 November 2010

BENARKAH, LEBIH BANYAK WISUDAWAN LEBIH BANYAK PENGANGGURAN?

Wisuda merupakan sebuah kata yang selalu ditunggu oleh para mahasiswa. Wisuda membutuhkan banyak sekali perjuangan, karena wisuda merupakan simbol berakhirnya titel mahasiswa. Satu hal yang terpenting, semakin mirisnya perjuangan para sarjana untuk menapaki kehidupan selanjutnya, tak selamanya hidup itu indah, sehingga semuanya membutuhkan perjuangan lebih.
Mahasiswa merupakan agent of change, tanpa semangatnya mungkin Indonesia tak bisa menerapkan sistem demokrasi. Mahasiswa memperjuangkan hak asasi manusia, menyalurkan aspirasi rakyat, dan yang terpenting mereka telah menerapkan sistem demokrasi di Indonesia. Mahasiswa sangat berpengaruh besar terhadap kemajuan bangsa, karena mereka telah diajari bagaimana kehidupan yang sesungguhnya. Usia yang telah cukup, dan kemampuan yang cakap mendorong mereka untuk selalu bangkit, mereka tak hanya berpangku tangan, menerima semua keputusan, namun ilmu dan akal bersatu guna sebagai filter mana yang benar dan mana yang salah.
Berakhirnya titel sebagai mahasiswa, justru merupakan sebuah tantangan besar, karena hidup tak hanya sampai digelar sarjana. Setidaknya, mereka harus bisa menerapkan ilmu yang mereka peroleh, apalagi mengamalkannya. Memang benar, mahasiswa kuliah untuk mencari bekal, baik ilmu pengetahuan ataupun pengalaman, namun, pada zaman sekarang, banyak orang tak mengerti tujuan utama kuliah, mereka hanya mencari selembar kertas, yang katanya bisa untuk merubah segalanya. Ijazah memang penting, karena tanpa ijazah kita tak bisa berbuat apapun, namun setidaknya kita sebagai manusia yang bermoral, harus bisa berperilaku lebih, kita kuliah untuk mencari bekal sebanyak-banyaknya yang kemudian bisa kita pergunakan untuk menjalani kehidupan selanjutnya. Nah, ijazah sebagai syarat formalnya. Kunci utamanya adalah bersungguh-sungguh dalam kuliah, mengingat usia yang tak menentu dan takdir yang tidak kita tahu.
Zaman sekarang, sulitnya menjalani hidup setelah diwisuda, mengingat jumlah lulusan dengan lowongan yang tak sebanding. Persaingan yang semakin ketat meciptakan jumlah pengangguran semakin banyak. Untuk itu, dibutuhkan sarjana yang kreatif, tanpa harus menggantungkan hidupnya kepada orang lain, mereka harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, sebagai bukti bahwa mahasiswa tak sekedar nama beken, namun benar-benar sebagai agent of change.
“lebih banyak wisudawan, lebih banyak pengangguran”, kata yang sering terucap namun sangat tak diharap. Untuk itu, kita sebagai mahasiswa harus bisa menghapuskan kata tersebut, berusaha menjadi mahasiswa kreatif, mandiri dan dinamis. Semangat untuk para sarjana!!! (Mamila)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar