Sabtu, 08 Mei 2010

sastra


NAHWU

Apakah kau tahu tentang mubtada'
Tulisan arab yang tiada jelas
Tak berharkah tak bermakna

Mangapa kau bisa membacanya
Bukankah itu hal yang tak mudah
Kenapa kalimat ini bisa dibaca seperti itu kawan

Hah,
Atau mungkin kau hanya asal membaca
Biar dikira kau orang pintar berbahasa arab
Tahu apa kau tentang bahasa arab

Aku tak pernah tahu tulisan itu bisa dibaca
Mengerti apa kau tentang kalimat

Kau bilang itu ilmu nahwu
Apa itu nahwu?

Aku tak pernah mendengar ilmu semacam itu

Ha, ha, ha,
Ilmu yang kutahu hanyalah ilmu matematika, fisika, kimia, bahasa, sejarah dan ilmu-ilmu lain yang sejak nenek moyang kita menemukan itu

Nahwu,
Kutak mengerti ilmu semacam apa itu


Tidak Mudah

Memang tidak ada yang sempurna di dunia ini. Tidaklah kau, tidaklah dia, tidaklah diriku pula.

Semua hanyalah suatu titipan belaka. Tidak nyawa, tidak raga, tidak jasad, dan tidak semua apa yang kita miliki. Semua hanyalah sesuatu yang nantinya akan kita tinggalkan
Kepintaran, kedigjayaan, kekuasaan, dan kemewahan bukanlah kepunyaan kita.

Bumi yang selama ini kita singgahi, hanyalah tempat kita merenung, tempat kita menanam, dan tempat kita menuai kebaikan dunia.

Bukanlah suatu kemudahan untuk menjadi orang yang mendekati sempurna, yaitu manusia yang bijak, derma, putih hati, polos budi, dan semua kebaikan-kebaikan yang kelak kita raih

Banyak hal yang harus kita kerjakan, kita laksanakan, kita tunaikan , dan kita jalankan.

Kumemang sulit merubah diri, merubah sikap, merubah, penampilan, dan merubah semua kenegatifan di dalam raga yang melekat.

Tidaklah mudah
Tidaklah mudah merubah dunia semudah membalikkan telapak tangan

Tidaklah mudah merubah keadaan menjadi lebih baik, karena begitu banyak noda-noda yang melekat dalam kehidupan, virus-virus yang tumbuh dalam kelakuan

Tidak mudah












KENAPA DENGAN DIRIKU

Kutahu memang tak sehat
Kuakui memang sakit
Beragam cara tuk sembuh ku tempuh
Beraneka upaya tuk meraih sehat kujalani

Mungkin nodaku sungguh melimpah
Tentu dosaku begitu meruah
Mungkin salahku tak hingga

Tapi kenapa dengan diriku
Dalam sakit ku masih
Penyakit yang menggerogotiku belum sadarkan
Sakitku belum buatku bangkit dari gelimangan kekotoran

Kenapa dengan diriku
Sakit pun masih bermaksiat
Belum bisa bertaubat
Belum bersyukur atas nikmat

Kenapa dengan diriku
Otak yang seharusnya bersih kini telah kotor
Dengan otak kulakukan kekejian
Dengan pikiran kujalani kenistaan

Kenapa dengan diriku
Otak yang seharusnya s’lalu mengingat-Mu
kini teracuni pikiran-pikiran kotor yang Kau murkai
Masih pantaskah kudapati nikmat-Mu

Ku ini kenapa
Setan begitu mudah merasuki kalbuku
Bisikannya kuat hingga menghantam lubukkku
Tiada kuasa menampik bujuknya

Kenapa dengan diriku






*) Oleh. SAIFUSSALAM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar