Sabtu, 08 Mei 2010

artikel bebas

Wisata Sejarah Di Kediaman Kartini

Selama ini sedikit yang mengetahui jika kediaman Kartini ternyata berada di kawasan Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Jepara. Bahkan warga Jepara sendiri pun tak banyak yang tahu. Letaknya dibelakang Pendopo Sekitar dua puluh meter ke selatan dari Kantor Setda atau sekitar lima menit berjalan kaki dari alun-alun menuju ke timur menyebrang jalan raya.

Kartini merupakan tokoh pahlawan emansipasi wanita di Indonesia. Hari kelahirannya pun (21 April) diperingati sebagai hari Kartini. Sosoknya tidak hanya dikenal di nusantara tetapi juga hingga Negeri Kincir Angin. Tokoh wanita progresif ini sempat mencengangkan khalayak dunia melalui buah pemikirannya yang tertuang dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang.

Kartini, seorang wanita bangsawan Jawa yang lahir dari pasangan Raden Mas Semangun Sosroningrat dan Mas Ajeng Ngasirah. Ayahnya keturunan bangsawan menjabat sebagai Bupati Jepara, sedangkan ibunya seorang keturunan rakyat jelata, putri seorang kyai dari Desa Telukawur yang jaraknya kira-kira enam kilo meter ke arah selatan dari pusat kota Jepara.

Saat penulis mengikuti seminar Internasional mengenai Kartini yang diselenggarakan di pendopo Kabupaten Jepara, penulis berkesempatan diajak mengunjungi tempat tinggal Kartini. Di sana keutuhan perpaduan arsitektur Jawa dengan Belanda masih tampak asli. Memasuki tempat tersebut, sebelumnya dari pendopo melewati gebyok berukir motif bunga kita akan memasuki ruang penerima tamu yang banyak terpajang hiasan kayu dan kaligrafi berukir.

Setelah melewati ruang tersebut kita akan berada di ruang keluarga yang juga banyak terpajang benda-benda peninggalan Belanda, misalnya keramik dan perabotan lainnya. Selanjutnya, tempat Kartini mengajar wanita-wanita Bumiputera yaitu di teras belakang rumah. Bagian utara teras tersebut terdapat sumur yang berada di depan sebuah kamar yang dulunya merupakan kamar milik Mas Ajeng Ngasirah.

Masih banyak lagi lainnya yang menarik dari tempat tersebut. Namun patut disayangkan, sedikit yang mengetahui tempat tersebut adalah kediaman Kartini sebelum dipingit ke Rembang. Pemerintah setempat pun tidak melakukan sosialisasi pada masyarakat. Sehingga seolah tempat itu tidak terbuka untuk umum. Mengingat program nasional pada tahun 2010 ini adalah tahun kunjungan ke museum. Harapannya, jika tempat tersebut dijadikan objek wisata sejarah tentu mampu memberi pengetahuan yang lebih kepada masyarakat tentang peninggalan Kartini semasa hidup di Jepara.

oleh Wahyu Ameer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar