Bau mulut merupakan masalah yang acap kali timbul sehingga membuat kepercayaan diri menurun. Kondisi tersebut sering terjadi pada saat berpuasa.
Bau mulut tersebut terjadi karna berkurangnya air liur, sehingga muncul bau yang tidak sedap. Sebenarnya bau mulut merupakan situasi yang dimiliki setiap individu, jadi semua tergantung dari bagaimana cara merawat organ mulut kita.
Untuk itu pada saat berpuasa, rongga mulut juga memerlukan perawatan yang harus diperhatikan, agar tidak mengganggu aktivitas dalam berkomunikasi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat berpuasa untuk mengurangi dan mencegah bau mulut. Supaya gigi tetap terjaga kebersihannya, kegiatan menggosok gigi harus tetap dilakukan.
Gosoklah gigi minimal sehari dua kali, yakni saat setelah sahur dan sebelum tidur pada malam hari. Jangan lupa untuk menggosok lidah karena lidah terdiri dari papila-papila yang dapat menjadi tempat menempelnya makanan.
Hindari makan daging ketika sahur, karena daging akan menjadi bang kai didalam tubuh kita yang akibatnya akan keluar bau yang tidak sedap melalui mulut kita
Selain itu perbanyaklah minum air putih saat berbuka puasa, serta banyaklah mengonsumsi buah-buahan dan sayuran.(Ndh)
Kamis, 19 Agustus 2010
artikel islami
Permata Dalam Bulan Ramadhan
(Oleh : DD Nufus)
Marhaban Ya Ramadhan. Tamu yang kita tunggu-tunggu selama 11 bulan lamanya kini telah tiba. Dialah bulan suci Ramadhan. Bulan yang penuh dengan berkah, bulan yang sangat diistimewakan oleh Allah. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, di dalamnya penuh dengan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Bulan yang dirindukan kedatangannya dan ditangisi kepergiannya oleh orang-orang yang sholeh.
Pada bulan inilah kaum muslimin seharusnya melakukan pengembaraan rohani dengan mengekang nafsu syahwat dan mengisi dengan amal-amal yang mulia. Semua itu merupakan momen sekalius saran yang baik untuk mencapai puncak ketaqwaan. Dosa dan kekhilafan juga merupakan sasaran yang akan kita hapuskan dalam bulan Ramadhan ini. Untuk mendekatkan sasaran tersebut, kiranya perlu menyambut tamu Allah yang agung ini dengan mengadakan pembekalan rohani dan pengetahuan tentang bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.
Hendaklah kita selalu bersyukur menjadi ummat islam, karena Allah telah memberikan lima hal yang belum pernah diberikan kepada ummat-ummat sebelumnya ketika bulan Ramadhan. Yang pertama bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum daripada harumnya minyak kesturi di sisi Allah. Sebab ia terlahir dari ketaatan kepada-Nya. Apa saja yang timbul dari ibadah dan ketaatan kepada Allah tentu akan dicintai oleh-Nya, serta pelakunya akan diberikan sesuatu yang lebih baik sebagai pengganti.
Kedua, Para Malaikat akan beristighfar untuk orang-orang yang mengerjakan ibadah puasa hingga mereka berbuka. Para Malaikat adalah hamba-Nya yang dimuliakan di sisi-Nya, sebagaimana Allah mensifati mereka dalam firman-Nya: “…Yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At-Tahrim [66] : 6). Keutamaan berikutnya adalah Allah memperindah Surga setiap hari sebagai persiapan untuk para hamba-Nya yang shalih dan dalam rangka memotivasi mereka untuk memasukinya.
Selain itu, pada bulan Ramadhan setan-setan pembangkan diikat dengan rantai dan dibelenggu sehingga mereka tidak bisa menyesatkan hamba-hamba Allah yang shalih dari kebenaran dan tidak dapat mencegah mereka dari kebaikan. Ini adalah salah satu bentuk pertolongan Allah kepada para hamba-Nya. Musuh ummat ini diikat sehingga tidak bisa mengajak golongan mereka supaya menjadi penghuni Neraka yang menyala-nyala. Oleh sebab itu, dapat engkau saksikan bahwa pada bulan ini orang-orang shalih mempunyai keinginan yang lebih tinggi untk melakukan kebaikan dan menahan diri dari kejelekan dibandingkan pada bulan-bulan lainnya.
Untuk puncaknya, Allah mengampuni ummat Muhammad pada setiap akhir malam bulan ini. Jika mereka melaksanakan apa yang seharusnya dikerjakan pada bulan yang mulia ini, berupa puasa dan shalat, maka Allah akan memberikan karunia dengan menyempurnakan pahala mereka ketika telah selesai mengerjakan amal-amal mereka.
Dengan semua yang telah Allah janjikan di atas, amatlah sayang jika kita lewatkan bulan Ramadhan dengan hal-hal yang tak mengantarkan kita pada rahmat dan ridho-Nya.
(Oleh : DD Nufus)
Marhaban Ya Ramadhan. Tamu yang kita tunggu-tunggu selama 11 bulan lamanya kini telah tiba. Dialah bulan suci Ramadhan. Bulan yang penuh dengan berkah, bulan yang sangat diistimewakan oleh Allah. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, di dalamnya penuh dengan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Bulan yang dirindukan kedatangannya dan ditangisi kepergiannya oleh orang-orang yang sholeh.
Pada bulan inilah kaum muslimin seharusnya melakukan pengembaraan rohani dengan mengekang nafsu syahwat dan mengisi dengan amal-amal yang mulia. Semua itu merupakan momen sekalius saran yang baik untuk mencapai puncak ketaqwaan. Dosa dan kekhilafan juga merupakan sasaran yang akan kita hapuskan dalam bulan Ramadhan ini. Untuk mendekatkan sasaran tersebut, kiranya perlu menyambut tamu Allah yang agung ini dengan mengadakan pembekalan rohani dan pengetahuan tentang bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.
Hendaklah kita selalu bersyukur menjadi ummat islam, karena Allah telah memberikan lima hal yang belum pernah diberikan kepada ummat-ummat sebelumnya ketika bulan Ramadhan. Yang pertama bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum daripada harumnya minyak kesturi di sisi Allah. Sebab ia terlahir dari ketaatan kepada-Nya. Apa saja yang timbul dari ibadah dan ketaatan kepada Allah tentu akan dicintai oleh-Nya, serta pelakunya akan diberikan sesuatu yang lebih baik sebagai pengganti.
Kedua, Para Malaikat akan beristighfar untuk orang-orang yang mengerjakan ibadah puasa hingga mereka berbuka. Para Malaikat adalah hamba-Nya yang dimuliakan di sisi-Nya, sebagaimana Allah mensifati mereka dalam firman-Nya: “…Yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At-Tahrim [66] : 6). Keutamaan berikutnya adalah Allah memperindah Surga setiap hari sebagai persiapan untuk para hamba-Nya yang shalih dan dalam rangka memotivasi mereka untuk memasukinya.
Selain itu, pada bulan Ramadhan setan-setan pembangkan diikat dengan rantai dan dibelenggu sehingga mereka tidak bisa menyesatkan hamba-hamba Allah yang shalih dari kebenaran dan tidak dapat mencegah mereka dari kebaikan. Ini adalah salah satu bentuk pertolongan Allah kepada para hamba-Nya. Musuh ummat ini diikat sehingga tidak bisa mengajak golongan mereka supaya menjadi penghuni Neraka yang menyala-nyala. Oleh sebab itu, dapat engkau saksikan bahwa pada bulan ini orang-orang shalih mempunyai keinginan yang lebih tinggi untk melakukan kebaikan dan menahan diri dari kejelekan dibandingkan pada bulan-bulan lainnya.
Untuk puncaknya, Allah mengampuni ummat Muhammad pada setiap akhir malam bulan ini. Jika mereka melaksanakan apa yang seharusnya dikerjakan pada bulan yang mulia ini, berupa puasa dan shalat, maka Allah akan memberikan karunia dengan menyempurnakan pahala mereka ketika telah selesai mengerjakan amal-amal mereka.
Dengan semua yang telah Allah janjikan di atas, amatlah sayang jika kita lewatkan bulan Ramadhan dengan hal-hal yang tak mengantarkan kita pada rahmat dan ridho-Nya.
Senin, 16 Agustus 2010
Peluang Menulis Cerita Anak
Anda Punya Naskah?
Penerbit Bumi Aksara Divisi Cerita Anak, mengajak anda untuk
mengirimkan naskah ke redaksi.
Jenis Naskah;
a. Novel Anak
b. Novel Anak Islami
c. Dongeng Anak
d. Kumpulan Cerita Anak
e. Kumpulan Dongeng
f. Cerita Bergambar
g. Cerita Bergambar untuk Balita
h. Edutivity
i. Bacaan Anak; How to, Ilmu Pengetahuan, etc
j. Cerita berseri
k. Atau apa saja yang mampu menjadi inovasi bagi perkembangan buku
anak-anak.
Format Naskah;
Naskah minimal 3 hal, kertas A4, dengan ilustrasi(diluar halaman) atau
tanpa ilustrasi. Anda bisa mengirimkan Soft Copy atau Hard Copy-nya ke
Alamat Berikut;
PENERBIT BUMI AKSARA
JL. AREN III NO. 25
RAWAMANGUN-JAKARTA TIMUR 13220
TELP. 021-47865686, 4895803
e-mail; info@bumiaksara. co.id atau puisi_alnurani@ yahoo.com
Imran Laha
Editor
Penerbit Bumi Aksara Divisi Cerita Anak, mengajak anda untuk
mengirimkan naskah ke redaksi.
Jenis Naskah;
a. Novel Anak
b. Novel Anak Islami
c. Dongeng Anak
d. Kumpulan Cerita Anak
e. Kumpulan Dongeng
f. Cerita Bergambar
g. Cerita Bergambar untuk Balita
h. Edutivity
i. Bacaan Anak; How to, Ilmu Pengetahuan, etc
j. Cerita berseri
k. Atau apa saja yang mampu menjadi inovasi bagi perkembangan buku
anak-anak.
Format Naskah;
Naskah minimal 3 hal, kertas A4, dengan ilustrasi(diluar halaman) atau
tanpa ilustrasi. Anda bisa mengirimkan Soft Copy atau Hard Copy-nya ke
Alamat Berikut;
PENERBIT BUMI AKSARA
JL. AREN III NO. 25
RAWAMANGUN-JAKARTA TIMUR 13220
TELP. 021-47865686, 4895803
e-mail; info@bumiaksara. co.id atau puisi_alnurani@ yahoo.com
Imran Laha
Editor
Peluang di Media Pressindo Group
KELOMPOK PENERBIT MEDIA PRESSINDO GROUP JOGJAKARTA
Membuka peluang menulis resensi…
Bagi siapa saja yang sedang belajar menulis atau Anda para penggila buku. Dapatkan manfaat dari hobi membaca buku Anda.
Segara… tulislah resensi buku terbitan Media Pressindo Group : (Media Pressindo—Narasi—Pustaka Widyatama—Pustaka Yustisia) dan kirimkan ke Media cetak.
Kirimkan bukti resensi yang dimuat di media cetak nasional maupun regional,
Media Pressindo Group akan memberikan reward berupa sejumlah uang…
Rp. 250.000 untuk resensi di media cetak nasional
Rp. 150.000 untuk resensi di media cetak regional
Dapat uang dari Media cetak + dari Media Pressindo Group…
JANGAN LEWATKAN BEGITU SAJA!!!!
INformasikan ini kepada orang-orang sekitar Anda…
Didik Adi Sukmoko (Jali)
Manajer Promosi da External Affair
MEDIA PRESSINDO GROUP
Pemasaran : Jl. Jawa D-10 Nogotirto Elok II Yogyakarta 55292
Telp/fax. 0742-620879
Redaksi : Jl. Irian Jaya D-24 Nogotirto Elok II Yogyakarta 55292
Telp. 0274-7103084
Membuka peluang menulis resensi…
Bagi siapa saja yang sedang belajar menulis atau Anda para penggila buku. Dapatkan manfaat dari hobi membaca buku Anda.
Segara… tulislah resensi buku terbitan Media Pressindo Group : (Media Pressindo—Narasi—Pustaka Widyatama—Pustaka Yustisia) dan kirimkan ke Media cetak.
Kirimkan bukti resensi yang dimuat di media cetak nasional maupun regional,
Media Pressindo Group akan memberikan reward berupa sejumlah uang…
Rp. 250.000 untuk resensi di media cetak nasional
Rp. 150.000 untuk resensi di media cetak regional
Dapat uang dari Media cetak + dari Media Pressindo Group…
JANGAN LEWATKAN BEGITU SAJA!!!!
INformasikan ini kepada orang-orang sekitar Anda…
Didik Adi Sukmoko (Jali)
Manajer Promosi da External Affair
MEDIA PRESSINDO GROUP
Pemasaran : Jl. Jawa D-10 Nogotirto Elok II Yogyakarta 55292
Telp/fax. 0742-620879
Redaksi : Jl. Irian Jaya D-24 Nogotirto Elok II Yogyakarta 55292
Telp. 0274-7103084
Kamis, 05 Agustus 2010
artikel
KEMANA ETIKA BERBUSANA BANGSA YANG DULU?
Tak dapat dielakkan lagi, sudah ribuan bahkan mungkin tak dapat dihitung lagi masalah-masalah yang sudah banyak terjadi dan mengguncang negeri ini, negeri Indonesia sehingga bangsa yang semula sangat menjunjung tinggi etika dan moral menjadi bangsa yang hampir kehilangan bagaimana beretika. Dan masalah yang timbul juga tidaka hanya disebabkan oleh beberapa faktor saja, namun banyak pula. Lalu siapa yang akan disalahkan? Dengan rentetan kejadian-kajadian yang menimpa bangsa ini harusnya menjadi pelajaran bagi kita semua, bagaimana langkah yang harus diambil untuk menyelamatkan moral bangsa yang sudah separah ini.
Jika kita menengok lagi bagaimana kodisi bangsa Indonesia sekarang ini, dari sudut pandang berbusana saja misalnya kita akan tahu bagaimana Indonesia saat ini. Lihat saja para public figure kita, khususnya yang beragama islam, hampir semuanya yang sudah tidak mengindahkan lagi bagaimana etika berbusana bangsa Indonesia yang sebenarnya. Berpakain serba mini, tidak menutupi aurat yang seharusnya ditutupi adalah bukan pemandangan yang langka lagi bagi kita. Hal ini telah dianggap sebagai hal yang umum dan biasa yang lebih parah lagi berbusana seperti itu dianggap pantas, wajar dan bahkan seperti tidak menyalahi etika berbusana bangsa Indonesia.
Adat berbusana seperti diatas seharusnya tidak perlu dilestarikan dan disuburkan apalagi kita-negara Indonesia adalah negara yang memiliki umat islam terbesar di dunia, harusnya menjadi mercusuar bagi umat islam khususnya dalam mencerminkan nilai-nilai akhlaq islam itu sendiri. Kita sebagai umat muslim harus tahu, untuk apa Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia? adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Untuk itu seyogyanya kita meneladani tingkah laku dan perbuatan beliau.
Pengaruh diatas ( cara berbusana) tidak disangkal memang diakibatkan oleh globalisasi. Untuk itu untuk menghadapinya juga harus diimbangi dengan IMTAQ ( Iman dan Taqwa ) dengan tujuan agar kita tetap menjadi bangsa yang istiqomah menjunjung tinggi nilai-nilai moral bangsa khususnya dalam etika berbusana. Lebih dikhususkan lagi etika berbusana itu ditujukan kepada kaum wanita. Ada sebuah hadist yang menerangkan bahwa: “wanita adalah tiang negara”. Dari hadist tersebut dapat ditarik benang merah: apa jadinya sebuah Negara, islam khususnya jika para wanitanya bertingkah laku yang tidak mencerminkan akhlaq terpuji, malah justru sebaliknya. Jika di Malaysia diberlakukan undang-undang yang menyatakan bahwa wanita yang mengenakan rok mini akan didenda sekitar 2,5 juta, apa salahnya kalau undang-undang tersebut juga diberlakukan di Indonesia. (Oleh : Muthohharoh )
Langganan:
Komentar (Atom)